Selasa, 17 Februari 2026 20:33 WITA
152 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 menggelar tasyakuran dan doa bersama di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kegiatan bersama warga ini merupakan wujud syukur sekaligus permohonan kepada Tuhan agar memberi keselamatan dan kemudahan, sehingga pengerjaan seluruh sasaran TMMD berjalan lancar khususnya selama bulan suci Ramadan.
Tasyakuran dan doa bersama tersebut berlangsung di lokasi TMMD Jalan Poros Bulo-Lenggo, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Selasa (17/02). Dipimpin Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin.
Di jalan yang biasnya sepi aktivitas itu, puluhan Satgas TMMD bersama warga duduk di atas terpal sebagai wujud kemanunggalan TNI bersama Rakyat.
Usai menikmati hidangan yang telah disiapkan, Dandim kembali membakar semangat Satgas dan warga untuk selalu menumbuhkan semangat kemanunggalan, sehingga pengerjaan seluruh sasaran TMMD bisa diselesaikan dengan lancar dan tepat waktu.
Sorak sorai Satgas bersama warga menggema menembus belantara hijau. Membawa harapan dan satu tekad kuat untuk bersama-sama membenahi infrastruktur jalan yang sudah sekian lama dinantikan warga.
“Hari ini sengaja kita laksanakan tasyakuran dan doa bersama menyambut bulan suci Ramadhan. Kita berharap seluruh kegiatan TMMD diberikan kelancaran dan seluruh personel serta masyarakat diberi kekuatan dalam melanjutkan pekerjaan,” kata Ikhwan Arifin kepada wartawan, Selasa (17/02/2026).
[caption id="" align="alignnone" width="800"]

FOTO : Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin pimpin Tasyakuran dan doa bersama.[/caption]
Ikhwan menegaskan, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD di wilayah tersebut.
“Kita duduk bersama antara masyarakat dan personel satgas TMMD. Inilah makna kemanunggalan TNI dan rakyat,” ungkapnya.
Sementara salah satu warga Desa Lenggo, Ahmad mengaku berterima kasih atas kehadiran TMMD memperbaiki akses jalan menuju desanya. Menurutnya, TMMD telah mewujudkan mimpiu meraka untuk merasakan akses jalan yang lebih baik.
“Di sini dulu parah sekali jalan. Dengan adanya kegiatan ini kami sangat bersyukur, karena jalan sudah sangat berbeda dari yang sebelumnya, sangat memudahkan masyarakat,” tuturnya.
Ahmad menerangkan, selama ini warga Desa Lenggo kesulitan beraktifitas akibat buruknya akses jalan yang sekian lama tak mendapat perhatian pemerntah. Bahkan, warga sakit yang ingin mendapat penanganan medis harus ditandu sejauh belasan kilometer, karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Selama ini orang sakit harus ditandu, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan TMMD, masyarakat tidak perlu lagi ditandu jauh, karena sebahagian jalan sudah bisa dijangkau ambulans,” ucapnya.
[caption id="" align="alignnone" width="720"]

FOTO : Satgas TMMD ke-127 bersama warga gotong royong perbaiki jalan Poros Desa Bulo-Desa Lenggo.[/caption]
Ahmad berharap, pengerjaan jalan ini bisa terus dilanjutkan hingga menjangkau pemukiman warga Desa Lenggo. Dia meminta pemerintah segera membebaskan status kawasan hutan lindung pada sejumlah titik jalan menuju Desa Lenggo.
“Mudah-mudahan wilayah Lenggo yang selama ini belum dikerjakan karena masih masuk dalam kawasan, mudah-mudahan pemerintah bagaimana caranya itu bisa dibebaskan sehingga pengerjaan jalan bisa dilanjutkan hingga mencapai pemukiman warga di Desa Lenggo,” pungkasnya.
TMMD ke-127 di Desa Bulo tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur seperti rabat beton dan talud, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.(Zik/thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
