Satgas TMMD Wujudkan Mimpi Warga Desa Ongko-Polman Miliki Jembatan
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 22 Mei 2023 18:26 WITA
579 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 116 Kodim 1402/Polman, terus bekerja untuk menyelesaikan pembangunan jembatan di Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kehadiran Satgas TMMD disambut sukacita warga setempat lantaran mewujudkan mimpi mereka untuk miliki jembatan.
“Semoga dengan selesainya jembatan ini, akses lebih lancar serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang masyoritas adalah pekebun,” kata Dansatgas TMMD ke 116 Kodim 1402/Polman, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M.Tr.(Han) dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/05/2023).
Untuk diketahui, progress pembangunan jembatan sepanjang 14 meter dan lebar 4 meter di Desa Ongko, telah mencapai 95 persen. Jembatan yang menghubungkan Dusun Beru-beru dan Dusun Limboro itu, menggunakan besi baja sebagai rangka dan kayu ulin sebagai lantainya.
Letkol Czi Masni Etha menyebut, pembangunan jembatan merupakan sasaran fisik TMMD. Dia mengklaim, jembatan tersebut mampu menahan beban hingga 30 ton.
“Pembangunan jembatan adalah salah satu sasaran fisik TMMD. Kontruksi jembatan cukup kuat, kendaraan truk bermuatan juga bisa melintas bahkan kekuatannya bisa mencapai 30 ton," jelasnya.
Selain itu, Masni Etha juga menyebut jika jembatan yang dibangun terhubung dengan perintisan jalan sepanjang 1400 meter. Diakui, perintisan jalan yang menghubungkan Dusun Limboro dan Dusun Rumbia juga telah selesai.
“Selebihnya sasaran fisik. Diantaranya, pembuatan duicker masih sementara dikerjakan, dan beberapa sasaran tambahan seperti rehab rumah tidak layak huni serta manunggal air sementara dikerjakan,” ungkapnya
Salah satu warga Dusun Limboro bernama Hamma Nur mengaku bersukur atas kehadiran Satgas TMMD. Menurutnya, Satgas TMMD telah mewujudkan mimpi warga di daerah ini untuk memiliki jembatan.
“Sekarang kami masyarakat sudah merasa enak, sudah sangat lama kami memimpikan memiliki jembatan, sekarang terwujud berkat Satgas TMMD,” ujar Hamma Nur kepada wartawan.
Menurutnya, selama ini warga Dusun Limboro kesulitan beraktifitas karena ketiadaan jembatan untuk menyeberangi sungai. Terkadang mereka tidak dapat kemana-mana karena tidak dapat melintasi sungai yang meluap.
“Inimi memang kampung (Limboro) yang paling terisolir. Dulu sangat susah apalagi kalau air sungai meluap kita tidak bisa kemana-mana, termasuk anak sekolah. Dengan adanya jalan dan jembatan semuanya sudah gampang,”ucap Hamma Nur bahagia.
Hal serupa diungkapkan Kepala Dusun Limboro, Sudirman. Dia mengucapkan terima kasih karena keberadaan jembatan yang dibangun Satgas TMMD ke 116, sangat memudahkan aktivitas warga di daerah ini.
“Saya mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih. Kehadiran anggota TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD, telah mewujudkan impian kami untuk memiliki jembatan. Kini masyarakat semakin mudah beraktivitas termasuk anak-anak yang hendak ke sekolah tidak perlu lagi menyeberangi sungai,” pungkasnya. (zik/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.