Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Santri Ponpes Hasan Yamani Parappe  Terjangkit Demam Berdarah, Dinkes Lakukan Pogging

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 16 Januari 2019 09:53 WITA 1,151 tayangan 2 menit baca
Santri Ponpes Hasan Yamani Parappe  Terjangkit Demam Berdarah, Dinkes Lakukan Pogging
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
CAMPALAGIAN,- Penderita diketahui bernama Sukron (14 tahun), anak pasangan Nur ALim dan Nurhasana, Warga Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah beberapa hari, santri Pondok Pesantren Hasan Yamani, Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar ini, terpaksa menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah setempat, lantaran positing menderita demam berdarah (DBD), penyakit yang ditularkan gigitan nyamuk aedes aegepty. Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DBD, Dinkes Polewali Mandar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengasapan atau fogging. Petugas juga melakukan penyelidikan, untuk memastikan asal muasal nyamuk yang membuat korban menderita DBD. “ jadi sementara kita masih selediki, apalagi pasien ini baru seminggu di pesantren tiba-tiba terserang DBD, soalnya seminggu sebelumnya dia liburan di kampung halaman “ ujar Pengelola Program DBD DInkes Polewali Mandar, H Saldi Kursani, kepada wartawan, Rabu, (16/01/19). Masih kata Saldy, kemungkinan korban terkena DBD di kampung halamannya potensi terjadi, lantaran baru-baru ini di Keluarahan Madatte, juga ditemukan warga yang terkena penyakit DBD. Kendati demikian Saldi juga mengaku, kondisi Pondok Pesantren Hasan Yamani tempat korban menuntut ilmu, juga rawan menjadi lokasi perkembang biakan nyamuk demam berdarah “ memang di sini sangat rawan menjadi lokasi perkembang biakan nyamuk, pada beberapa bak penampungan air kami dapati menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk, banyak pakaian kotor milik santri yang tidak langsung dicuci juga menjadi tembar berkembang biak nyamuk DBD “ ungkapnya. Sementara itu, pengelola Pondok Pesantren Hasan Yamani berharap, Dinkes Polman terus melakukan pogging untuk memutus penularan penyakit DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty, agar tidak meresahkan santri lainnya dan warga di daerah ini. (Thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman