Para saksi ini kemudian memilih walk out dari lokasi pelaksanaan rekapitulasi, setelah sempat terlibat adu mulut dengan ketua PPK Mamuju, Rahmat Saleh, yang berujar agar para saksi yang mengajukan protes tidak lagi diberi mandat, karena keberadaan saksi tersebut dianggap mengganggu jalannya proses rekapitulasi, “ Ini para anggota PPK rasanya tidak sanggup dan tidak paham aturan, baiknya mereka diuji kelayakan dulu atau diganti saja, pernyataan mereka sudah jelas melanggar aturan “ kecam Hartono menambahkan.
Akibat kericuhan ini, proses rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kecamatan Mamuju terpaksa ditunda hingga Senin, 22 April 2019.
Untuk menghindari terjadinya hal tidak diinginkan, para saksi yang sempat mengamuk dan terlibat keributan dengan pihak PPK, diarahkan aparat keamanan menjauh dari lokasi acara. (Thaya)
Ricuh Rekapitulasi Penghituangan Suara Kecamatan Mamuju, Saksi Mengamuk Merasa Dicurangi
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 21 April 2019 23:02 WITA
706 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Kericuhan yang mewarnai jalannya rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kecamatan Kalukku, berlangsung di Gudang Logistik KPU Mamuju, Kabupaten Mamuju, Minggu siang (24/04/19).
Sejumlah saksi partai politik tiba-tiba mengamuk usai melayangkan protes lantaran menilai adanya kejanggalan data yang ditampilkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mamuju.
“Contohnya di TPS 3 Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, ditemukan ada suara parpol dan calon anggota DPRD yang bertambah dan dikurangi, yang sebelumnya kosong pada C1, namun saat proses penginputan tiba-tiba ada, tentunya ini sangat merugikan kita semua “ beber saksi Partai Golkar, Hartono kepada wartawan.
Para saksi ini kemudian memilih walk out dari lokasi pelaksanaan rekapitulasi, setelah sempat terlibat adu mulut dengan ketua PPK Mamuju, Rahmat Saleh, yang berujar agar para saksi yang mengajukan protes tidak lagi diberi mandat, karena keberadaan saksi tersebut dianggap mengganggu jalannya proses rekapitulasi, “ Ini para anggota PPK rasanya tidak sanggup dan tidak paham aturan, baiknya mereka diuji kelayakan dulu atau diganti saja, pernyataan mereka sudah jelas melanggar aturan “ kecam Hartono menambahkan.
Akibat kericuhan ini, proses rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kecamatan Mamuju terpaksa ditunda hingga Senin, 22 April 2019.
Untuk menghindari terjadinya hal tidak diinginkan, para saksi yang sempat mengamuk dan terlibat keributan dengan pihak PPK, diarahkan aparat keamanan menjauh dari lokasi acara. (Thaya)
Para saksi ini kemudian memilih walk out dari lokasi pelaksanaan rekapitulasi, setelah sempat terlibat adu mulut dengan ketua PPK Mamuju, Rahmat Saleh, yang berujar agar para saksi yang mengajukan protes tidak lagi diberi mandat, karena keberadaan saksi tersebut dianggap mengganggu jalannya proses rekapitulasi, “ Ini para anggota PPK rasanya tidak sanggup dan tidak paham aturan, baiknya mereka diuji kelayakan dulu atau diganti saja, pernyataan mereka sudah jelas melanggar aturan “ kecam Hartono menambahkan.
Akibat kericuhan ini, proses rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kecamatan Mamuju terpaksa ditunda hingga Senin, 22 April 2019.
Untuk menghindari terjadinya hal tidak diinginkan, para saksi yang sempat mengamuk dan terlibat keributan dengan pihak PPK, diarahkan aparat keamanan menjauh dari lokasi acara. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.