POLEWALI - Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat Usman Suhuriah berkomitmen akan selalu membuka ruang komunikasi kepada konstituennya. Terutama untuk mengetahui permasalahan rakyat. Salah satu caranya, adalah menyiapkan semacam kontak person yang disebut 'call contact constituen'.
Hal itu dikemukakan Usman Suhuriah dalam pertemuan dengan konstituenya di wilayah Dapil (daerah pemilihan) Sulawesi Barat 3, Jumat kemarin (01/11/19). Dapil Sulbar 3 meliputi tujuh kecamatan di Polman, yaitu Kecamatan Campalagian, Luyo, Tutar, Balanipa, Tinambung, Limboro, dan Alu. Pertemuan Usman Suhuriah dengan konsutituennya merupakan reses perdana sejak dilantik sebagai anggota DPRD Sulbar. Dilakukan secara terpisah pada tiga lokasi. Yaitu di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Desa Katumbangan (Campalagian), dan Desa Lembang-lembang (Limboro).
Wakil Ketua DPRD Sulbar dari Partai Golkar itu mengatakan, reses merupakan agenda wajib setiap anggota dewan untuk bertemu langsung dan menyerap aspirasi rakyat. Hasil reses, akan menjadi bahan setiap anggota dewan membuat rumusan yang selanjutnya disampaikan kepada eksekutif (Pemprov Sulbar).
"Reses merupakan ruang untuk bertemu langsung dan mengetahui permasalahan yang dihadapi rakyat. Mendengar pemikiran, usulan dan aspirasi mereka, yang selanjutnya akan menjadi bahan bagi anggota dewan untuk dikomunikasikan dengan pihak eksekutif," Usman Suhuriah menjelaskan.
Dijelaskan, bahwa anggota dewan sebagai wakil rakyat dituntut untuk mengetahui setiap permasalahan rakyat. Untuk itulah, Usman Suhuriah membuka jalur komunikasi dua arah dengan rakyat melalui call contak constituent. Melalui saluran tersebut, masyarakat bisa mengetahui perkembangan aspirasinya yang telah disampaikan.
Dalam reses, Usman Suhurian mendapat banyak informasi dan masukan mengenai berbagai kebutuhan rakyat. Seperti kebutuhan infrastruktur di desa, di bidang perhubungan, pendidikan dan kesehatan. (Rls/Thaya)