Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Puskesmas Batupanga Tangani 4 Balita Beresiko Stunting di Polman

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 26 April 2025 18:20 WITA 383 tayangan 2 menit baca
Puskesmas Batupanga Tangani 4 Balita Beresiko Stunting di Polman
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sebanyak 4 balita di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendapatkan penanganan khusus petugas Puskesmas Batupanga. Sebabnya, keempat bayi itu terdeteksi alami gizi kurang dan beresiko stunting. “Mereka memiliki berat badan di bawah batas nomal,” kata Kepala Puskesmas Batupanga H Saldy Kursani kepada wartawan, Sabtu (26/04/2025). Menurut Saldy, keempat bayi beresiko stunting itu tersebar pada 4 desa di Kecamatan Luyo. Yaitu Desa Batupanga Daala, Desa luyo, Desa Mambu dan Desa Mapilli Barat. Penanganan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, dengan rutin memeriksakan kondisi balita ke Puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat penanganan dokter ahli. “Penanganannya sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Kita rutin lakukan pemantauan, termasuk membawa bayi ke Puskesmas dan rumah sakit untuk ditangani dokter ahli,” ungkapnya. Lebih lanjut Saldy mengungkap penyebab keempat balita alami gizi kurang hingga beresiko stunting. Selain karena faktor ekonomi keluarga, juga karena kurangnya pengetahuan orang tua terkait pemenuhan gizi yang baik untuk anak. “Soalnya tidak semua balita terdeteksi gizi kurang dan beresiko stunting itu dari keluarga kurang mampu, ada juga anak yang berasal dari keluarga berkecukupan,” ujarnya. Sebagai langkah pencegahan awal, Saldy mengimbau para orang tua agar rutin membawa anak balitanya ke Posyandu untuk dilakukan pemeriksaan. Dia juga meminta semua pihak yang terkait  ikut berkolaborasi untuk mencegah stunting. Salah satu caranya dengan mengedukasi para orang tua akan pentingnya pemberian asi ekslusif, konsumsi gizi yang baik, dan pemantauan tumbuh kembang anak. “Kalau 3 kali berturut-turut tidak ada perkembangan maka dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya. “Kolaborasi melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha dan masyarakat itu sendiri, menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah stunting. Sebab, upaya pencegahan dan penanganan stunting itu membutuhkan pendekatan yang komprehensif, terintegrasi dan berkelanjutan,” sambung Saldy. Dia juga menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting. “Karena ini penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati ASSAMI,” pungkas Saldy (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman