Selain untuk memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, lomba juga digelar untuk memupuk kebersamaan warga di daerah ini, “ Apalagi Desa Arjosari terkenal sebagai penghasil batu bata terbaik, yang mana lebih dari 60 persen warganya berprofesi sebagai pembuat batu bata “ jelas Kepala Desa Arjosari, Sahabuddin kepada wartawan.
Yang menarik, kendati hadiah yang disiapkan oleh panitia tidak seberapa, tidak menyurutkan semangat warga untuk ikut berlomba “ “ Hadiahnya memang sederhana, hanya ada gerobak, terpal, cangkul dan skop, yang terpenting kebersamaannya “ sebut Sahabuddin.
Berdasarkan pantauan wartawan, rata-rata setiap peserta membutuhkan waktu 3 hingga 4 menit untuk membentuk 40 biji batu bata. Namun waktu lebih lama dibutuhkan oleh sejumlah peserta yang masih pemula.
Walau terlihat sederhana, membuat batu bata tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit batu bata yang rusak saat cetakan batu dilepaskan, lantaran kondisi tanah yang digunakan terlalu lembek atau becek. (Thaya)
Pupuk Kebersamaan, Warga Desa Arjosari Antusias Berlomba Membuat Batu Bata
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 6 September 2019 01:47 WITA
927 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO,- Perlombaan yang diikuti puluhan warga ini, berlangsung di Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin malam lalu, 02 September 2019.
Lomba tidak hanya diikuti oleh kaum pria saja, tetapi juga sejumlah ibu rumah tangga. Para peserta tampak antusias berlomba membuat batu bata dari tanah liat ini, dengan sorak sorai ratusan penonton.
Aturan lomba cukup sederhana, setiap peserta diwajibkan membuat 40 buah batu bata, “ Peserta tercepat yang mampu membuat 40 buah batu sesuai ketentuan panitia, dinyatakan sebagai pemenang “ ujar salah seorang panitia, Alim Jaya.
Selain untuk memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, lomba juga digelar untuk memupuk kebersamaan warga di daerah ini, “ Apalagi Desa Arjosari terkenal sebagai penghasil batu bata terbaik, yang mana lebih dari 60 persen warganya berprofesi sebagai pembuat batu bata “ jelas Kepala Desa Arjosari, Sahabuddin kepada wartawan.
Yang menarik, kendati hadiah yang disiapkan oleh panitia tidak seberapa, tidak menyurutkan semangat warga untuk ikut berlomba “ “ Hadiahnya memang sederhana, hanya ada gerobak, terpal, cangkul dan skop, yang terpenting kebersamaannya “ sebut Sahabuddin.
Berdasarkan pantauan wartawan, rata-rata setiap peserta membutuhkan waktu 3 hingga 4 menit untuk membentuk 40 biji batu bata. Namun waktu lebih lama dibutuhkan oleh sejumlah peserta yang masih pemula.
Walau terlihat sederhana, membuat batu bata tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit batu bata yang rusak saat cetakan batu dilepaskan, lantaran kondisi tanah yang digunakan terlalu lembek atau becek. (Thaya)
Selain untuk memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, lomba juga digelar untuk memupuk kebersamaan warga di daerah ini, “ Apalagi Desa Arjosari terkenal sebagai penghasil batu bata terbaik, yang mana lebih dari 60 persen warganya berprofesi sebagai pembuat batu bata “ jelas Kepala Desa Arjosari, Sahabuddin kepada wartawan.
Yang menarik, kendati hadiah yang disiapkan oleh panitia tidak seberapa, tidak menyurutkan semangat warga untuk ikut berlomba “ “ Hadiahnya memang sederhana, hanya ada gerobak, terpal, cangkul dan skop, yang terpenting kebersamaannya “ sebut Sahabuddin.
Berdasarkan pantauan wartawan, rata-rata setiap peserta membutuhkan waktu 3 hingga 4 menit untuk membentuk 40 biji batu bata. Namun waktu lebih lama dibutuhkan oleh sejumlah peserta yang masih pemula.
Walau terlihat sederhana, membuat batu bata tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit batu bata yang rusak saat cetakan batu dilepaskan, lantaran kondisi tanah yang digunakan terlalu lembek atau becek. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
