Puluhan Pemuda Barumbung Unjuk Rasa Desak Pj Kadesnya Dicopot
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 1 September 2020 19:40 WITA
792 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Puluhan pemuda berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Polewali Mandar, di Jalan H A Depu, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Selasa siang (01/09/2). Mereka menuntut pejabat Kepala Desa Barumbung, Kecamatan Matakali, dicopot dari jabatannya.
Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Barumbung, menilai pejabat kepala desa arogan dan kerap bersikap sewenang-wenang terhadap warga.
Sambil membentangkan sejumlah poster bertuliskan tuntutan, dalam orasinya, koordinator Aksi Rudi Idris mengungkap sedikitnya delapan poin pelanggaran, yang menjadi dasar para pemuda, mendesak pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, untuk mencopot pejabat Kepala Desa Barumbung, yang telah menjabat selama lebih kurang delapan bulan.
Selain dianggap menyalahgunakan dana desa untuk penanggulangan Covid-19, sang pejabat kepala desa juga dianggap tidak transparan dalam menyalurkan dana bantuan langsung tunai, yang dianggap tidak sesuai data yang ada.
“ Point ketujuh, adanya anggapan masyarakat terhadap kepala desa yang dianggap melakukan pungli terhadap jual beli tanah, dan point kedelapan yang terakhir persoalan penerima BST, yang lagi-lagi kami menemukan kejanggalan di dalamnya. Ini mengerucut menjadi satu, permintaan kami satu mencopot kepala desa Barumbung tanpa syarat “, ungkap Rudi Idris kepada wartawan.
Menurut Rudi Idris, delapan tuntutan yang disampaikan sudah cukup menjadi alasan bagi pemerintah untuk mencopot sang kepala desa, “ Kalau kajian khusus kami, point-point yang kami sebutkan itu sudah cukup memberatkan kepala desa untuk dicopot “, pungkasnya.
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor PMD, massa melanjutkan aksi di Kantor Bupati Polewali Mandar, dan melakukan dialog dengan sejumlah pejabat setempat.
Menanggapi tuntutan massa aksi, Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Andi Bebas Manggazali mengaku tidak mau terburu-buru mengambil keputusan. Dia mengatakan akan memanggil sejumlah pihak untuk dilakukan klarifikasi, “ Untuk menjawab semuanya, kami tidak terburu-buru dan tidak tergesa-gesa, Insya Allah besok kami akan lakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, bersama pak camat dan pejabat kepala desa, untuk mendengar seperti apa pejabat desa “, ujarnya.
Dia berharap, upaya yang ditempuh terkait tuntutan massa aksi, dapat menghasilkan keputusan yang sebijak-bijaknya, “ Saya selalu dalam mengambil suatu keputusan baik dari camat sampai sekarang ini, saya selalu memakai manajemen masa lampau, yaitu pada saat kita memutuskan suatu masalah harus kita dengar kedua-keduanya, supaya kita dapat memutuskan yang lebih sempurna, sebijak-bijaknya “, pungkas Bebas.
Aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib, dengan pengawalan ketat Satpol PP dan personil Kepolisian dari Polres Polewali Mandar. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.