Pria di Mamasa Ditandu 9 Km Gegara Jalan Rusak - Tak Dilayani Ambulans
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 16 September 2026 18:33 WITA
143 tayangan
3 menit baca
MAMASA,- Seorang pria sakit bernama Sahabuddin (49) terpaksa ditandu warga sejauh 9 kilometer untuk mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) karena jalan rusak. Warga juga menyayangkan pelayanan Puskesmas setempat yang disebut enggan memfasilitasi ambulans untuk menjemput pasien.
"Setengah mati menandu pasien sampai di puncak, ini jalanan rusak tidak diperhatikan pemerintah. Sampai di Puskesmas kami sendiri yang angkat tidak ada pelayanannya ini di Puskemas," kata salah seorang warga, Kamin, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (16/09/2026).
Aksi warga menandu pasien tersebut berlangsung di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Rabu (16/09), sekitar pukul 09.00 WITA. Pasien yang diketahui kesulitan bergerak harus ditandu warga selama kurang lebih satu jam menuju lokasi yang mudah dijangkau kendaraan.
"Ditandu sembilan kilo sampai di lokasi dijemput mobil. Selama ini ada dibilang Desa Botteng ditandu terus masyarakatnya kalau ada sakit," ungkap Kamin.
Menurut Kamin, warga semakin kecewa lantaran pihak Puskesmas Mehalaan diakui enggan memfasilitasi ambulans untuk menjemput pasien dari Desa Botteng. Dia menyebut, penolakan pihak Puskesmas dengan berbagai alasan tersebut bukan kali pertama.
"Ini bukan kali pertama (ditolak) dulu kami pernah marah, hampir kami bakar ambulans di sini. Apa gunanya ambulans standby di Puskesmas kalau tidak bisa jemput orang sakit," tegasnya.
Padahal, kata dia, akses jalan menuju Desa Botteng masih dapat dilalui kendaraan meski kondisinya rusak parah. Warga bahkan bersedia mengeluarkan biaya untuk membantu operasional ambulans jika digunakan menjemput pasien.
"Hari-hari kendaraan masuk di Botteng, siang malam, jadi terpaksa ditandu karena ambulans tidak mau menjemput, ada terus alasannya. Biar kami mau bayar dibilang juga rusak," pungkasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Mehalaan, Fatmawati, beralasan mobil ambulans yang dimiliki puskesmas diperuntukkan bagi keperluan merujuk pasien, bukan untuk menjemput pasien dari rumah.
"Ambulans puskesmas itu digunakan untuk merujuk pasien puskesmas ke rumah sakit rujukan, bukan untuk menjemput pasien dari rumah," ujarnya melalui pesan singkat.
Selain itu, Fatmawati menilai kendaraan ambulans milik Puskesmas Mehalaan tidak sesuai dengan kondisi akses jalan menuju sejumlah wilayah di Kecamatan Mehalaan, termasuk Desa Botteng. Dia bahkan menyebut ban ambulans mudah mengalami kerusakan meski baru beberapa kali digunakan menuju Desa Botteng.
"Kondisi mobil ambulans yang dialokasikan ke Puskesmas Mehalaan itu tidak sesuai dengan akses jalan yang ada Kecamatan Mehalaan, jadi biar kita paksa jemput dari rumah di bawa ke Puskesmas, 2 kali saja ambulans kami ke Botteng bannya sudah rusak," bebernya.
Fatmawati mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah agar mendapatkan perhatian.
"Saya sudah berupaya sampaikan ke semua penentu kebijakan. Mereka berjanji akan memprioritaskan Kecamatan Mehalaan ketika ada pengadaan ambulans yang cocok," ucapnya.
Dia juga berharap pemerintah desa dapat mengupayakan pengadaan mobil ambulans desa, sehingga kendaraan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.
"Setiap kami berkunjung ke desa-desa dan setiap ada pertemuan lintas sektor kami selalu menyampaikan bahwa setiap desa itu wajib memiliki ambulans desa. Tapi sampai sekarang di Kecamatan Mehalaan biar satu desa belum memiliki ambulans desa," pungkasnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, Rabu (16/09) tampak sejumlah warga bergotong royong memikul tandu yang terbuat dari kain sarung diberi bambu melewati jalan terjal dan berbatu.
Dalam video lain terlihat warga mengangkat pasien ke atas mobil pikap lalu diantar menuju Puskesmas Mehalaan.
"Cepat diperbaiki jalanan kasihan, ampun. Untung karena tidak hujan, cobanya hujan (tambah parah jalan), motor saja setengah mati," ujar pria dalam video. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
