Presiden Resmikan 3.396 Jembatan Garuda, 14 Titik Dibangun di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 13 Agustus 2026 19:26 WITA
207 tayangan
4 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.396 Jembatan Perintis Garuda yang dibangun TNI dan Polri di berbagai wilayah Indonesia, termasuk 14 titik di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Dalam kegiatan yang sama, Presiden juga meluncurkan 3.000 titik sumber air bersih atau manunggal air.
“Hari ini kita resmikan 3.396 jembatan yang telah dibangun oleh TNI dan Polri, dan 3.000 sumber air bersih yang telah dibangun TNI-AD,” kata Presiden Prabowo dikutip wartawan dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/08/2026).
Peresmian serentak tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/08). Wakil Bupati Polman Andi Nursami Masdar, Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Polman turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut melalui konferensi video (vicon).
Peresmian itu menjadi penanda diperluasnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan fasilitas air bersih untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada TNI dan Polri atas dedikasinya dalam membantu meringankan kesulitan masyarakat.
“Saya bangga dengan saudara-saudara sekalian, saudara-saudara telah menjalankan misi pengabdian, misi bakti kepada rakyat. Sudara-saudara ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tantara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu,” tegas Prabowo.
Sementara Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, peresmian tersebut menjadi momentum penting karena pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah.
"Alhamdulillah hari ini kita mengikuti launching Jembatan Garuda dan air bersih secara serentak bersama Bapak Presiden," kata Ikhwan dalam keterangannya.
Menurut Ikhwan, pembangunan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri. Pemerintah daerah bersama masyarakat turut terlibat dalam mendukung pelaksanaan program hingga jembatan dan fasilitas air bersih dapat dirasakan manfaatnya.
"Proses pembangunan dan launching ini kita laksanakan bersama pemerintah daerah dan masyarakat penerima manfaat dari program Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Ikhwan menyebutkan, terdapat 14 titik Jembatan Perintis Garuda dengan tiga tipe berbeda yang dibangun di Kabupaten Polman. Rinciannya, tujuh unit jembatan tipe Armco, empat unit jembatan gantung, dan tiga unit jembatan beton.
"Untuk Jembatan Garuda di Polewali Mandar ada 14 titik dengan tipe yang berbeda. Tujuh unit Armco, empat unit jembatan gantung dan tiga unit jembatan beton," bebernya.
Sinergi TNI-Pemda
Ikhwan melanjutkan, keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses penghubung maupun sumber air bersih.
Dia menjelaskan, Jembatan Perintis Garuda dibangun untuk membuka dan memperlancar akses masyarakat, termasuk menghubungkan permukiman, lahan pertanian, serta jalur aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, program air bersih atau Manunggal Air diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap sumber air bersih yang lebih layak dan mudah dijangkau.
"Berbagai ucapan terima kasih disampaikan masyarakat dari berbagai kalangan dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda dan juga air bersih," ungkapnya.
Jembatan dan Air Bersih Sangat Dinantikan Warga
Kepala Desa Sumarrang di Kecamatan Campalagian, Sudirman, mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mencanangkan program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di seluruh pelosok negeri.
Menurut Sudirman, pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat di desanya. Sebab, sudah puluhan tahun warga kesulitan beraktivitas akibat ketiadaan jembatan terlebih saat air sungai meluap.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan perintis garuda yang sudah sangat lama dinantikan warga. Sebab selama ini warga kerap kesulitan untuk beraktifitas apalagi jika air sungai meluap, sehingga warga tidak dapat menyeberangi sungai termasuk anak sekolah,” terang Sudiman.
Ungkapan syukur juga disampaikan Anwar Pacau, salah satu warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali. Ia menilai bantuan fasilitas air bersih yang diterima masyarakat merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti karena air bersih menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Ini sangat membantu masyarakat," ujar Anwar.
Anwar berharap fasilitas air bersih tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Zik/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
