Plafon Kelas MAN 1 Polman Ambruk gegara Cuaca Buruk, 1 Siswi Tertimpa Reruntuhan
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 11 Oktober 2025 09:04 WITA
308 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Plafon salah satu ruang kelas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ambruk akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras. Seorang siswi bernama Agustina sempat tertimpa reruntuhan plafon yang terbuat dari gypsum itu.
Pantauan wartawan, Sabtu (11/10) di lokasi tampak reruntuhan plafon masih berserakan dalam ruang kelas. Reruntuhan plafon itu menimpa sarana pembelajaran seperti meja dan kursi.
Terlihat juga satu unit kamera pengawas CCTV serta instalasi listrik di dalam ruang kelas ikut mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan.
"Gara-gara angin kencang, hujan deras juga. Karena itu kemarin langsung banjir, masuk semua air (ke dalam ruangan)," kata salah satu siswi, Reski Amalia kepada wartawan, Sabtu (11/10/2025).
Peristiwa ambruknya plafon terjadi di sekolah yang berada di Jalan Trans Sulawesi, Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Jumat kemarin (10/10) sekira pukul 16.30 WITA. Plafon itu ambruk di kelas XI Merdeka 9.
Menurut Reski, sebelum plafon ambruk sejumlah siswa dan siswi sedang melakukan latihan pramuka di dalam kelas. Mereka meninggalkan ruangan saat angin kencang mulai menerjang.
"Karena sementara latihan pramuka di dalam, terus keluar karena kencang sekali angin," ungkapnya.
Reski menyebut, temannya tertimpa reruntuhan plafon ketika kembali ke dalam ruangan untuk mematikan kipas angin.
"Terus itu temanku kembali masuk (ke kelas) karena lupa matikan kipas. Dijatuhi kepalanya, tidak luka ji," jelasnya.
Sementara Kepala Sekolah MAN 1 Polman, Budiman menuturkan, ambruknya plafon ruang kelas tersebut murni disebabkan cuaca buruk.
"(Disebabkan cuaca buruk) kemarin kencang sekali angin dan hujan deras, saya baru tinggalkan sekolah. Memang ruangan lama," ujarnya melalui sambungan telepon.
Dia memastikan, ambruknya plafon itu tidak mengganggu proses pembelajaran. Pembenahan segera dilakukan agar ruangan dapat kembali difungsikan secara normal.
"Insya Allah tidak mengganggu proses belajar. Pembersihan segera dilakukan sampai besok, segera dibenahi," tutup Budiman. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
