Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pilu Wanita Miskin di Mamasa Derita Tumor Besar di Mulut

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 22 September 2023 13:50 WITA 538 tayangan 2 menit baca
Pilu Wanita Miskin di Mamasa Derita Tumor Besar di Mulut
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Perempuan bernama Saharia (59 tahun) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, hidup dalam kondisi memprihatinkan karena menderita tumor di mulut hingga menyebabkan benjolan yang terus membesar. Belitan kemiskinan membuat penyakit yang dideritanya tidak pernah mendapat pengobatan. "Sudah lama seperti ini, sekira empat tahun," kata Saharia saat dijumpai wartawan, Kamis (20/9/2023). Saharia merupakan warga Desa Sikamase, Kecamatan Bambang. Diakui, benjolan di depan mulutnya itu berasal dari langit-langit dalam mulut yang awalnya hanya seukuran biji jagung. "Dulunya kecil, seperti biji jagung. Tetapi semakin membesar seperti sekarang," ungkapnya. Menurut Saharia, benjolan di mulutnya itu juga kerap terasa sakit. Keberadaan benjolan itu   membuatnya kesulitan mengkonsumsi makanan atau pun minuman. "Biasa sakit. Sangat mengganggu juga karena buat saya sulit makan dan minum," ujarnya lirih. Saharia mengungkapkan, benjolan besar di mulutnya itu tidak pernah mendapat pemeriksaan medis karena  tidak memiliki biaya berobat. "Belum pernah diperiksakan ke dokter. Tidak ada biaya juga," tuturnya pasrah. Meski harus menjalani hidup dengan kondisi memprihatinkan seperti sekarang, Saharia masih harus bekerja sebagai pekebun. Sejak ditinggal mati suaminya beberapa tahun lalu, dirinya harus mencari nafkah untuk menghidupi diri sendiri dan juga anak wanitanya yang setia menemani. Dia sebenarnya memiliki seorang anak pria. Namun sudah lama pergi meninggalkan kampung halaman. "Kerja berkebun, untuk kebutuhan hari-hari. Suami juga sudah lama meninggal," tandasnya. Terkadang saat berada di kebun, Saharia harus menahan sakit karena benjolan di mulutnya terluka terkena ranting atau pun rumput berduri. "Biasa luka, tapi mau bagaimana, kita tetap harus kerja agar dapat uang," imbuhnya. Saharia sangat berharap mendapat perhatian sehingga  benjolan di mulutnya dapat dihilangkan. "Saya sangat ingin sembuh. Tapi mau bagaimana, untuk makan sehari-hari saja susah apalagi mau berobat. Semoga ada yang peduli," tutup Saharia dengan mata berkaca-kaca. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman