Phobia Jarum Suntik, Sejumlah Siswi di Wonomulyo Ketakutan Divaksin
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 20 September 2021 18:21 WITA
638 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO,- Sejumlah siswi SMA Negeri 1 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, ketakutan ketika akan menjalani vaksinasi COVID-19. Beberapa siswi terpaksa dievakuasi ke ruang khusus untuk jalani perawatan, karena tiba-tiba merasa tidak enak badan, akibat phobia jarum suntik.
“ Saya sempat mengunjungi mereka, ada yang mengatakan merasa takut divaksin, ada juga yang mengatakan phobia jarum suntik. Jadi saya beri pencerahan bahwa vaksin itu memang menimbulkan sedikit gejala, tetapi tidak masalah, karena itu pengaruh obat yang sedang bekerja, “ kata Kepala SMAN 1 Wonomulyo, Muhammad Hatta kepada wartawan, Senin siang (20/09/2021).
Kendati begitu, Hatta menyebut kondisi para siswi yang sempat menjalani perawatan karena phobia jarum suntik sudah normal kembali.
“ Alhamdulillah, kondisi mereka sudah membaik, “ ujarnya.
Hatta berharap, pelaksanaan vaksinasi dapat kembali digelar, hingga semua siswa maupun siswi di sekolahnya mendapat suntikan vaksin COVID-19.
“ Untuk sementara siswa yang terdaftar untuk mendapatkan vaksin COVID-19 kurang lebih 300 orang, jumlah siswa keseluruhan kurang lebih 900 orang,” ungkapnya.
Ia juga meminta para orang tua siswa maupun siswi, untuk ikut mendukung program vaksinasi ini, demi mencegah penularan virus corona.
“ Saya berharap orang tua murid memberikan pencerahan kepada anaknya agar tidak takut divaksin, “ pungkas Hatta.
Kapolres Polewali Mandar AKBP Ardi Sutriono mengungkapkan, percepatan vaksinasi COVID-19 yang menyasar pelajar, sebagai upaya mencegah penularan virus corona, jelang proses pembelajaran tatap muka.
“ Jadi kita ini lagi kerjasama dengan sekolah untuk mendorong percepatan vaksin, rekan-rekan sudah mengetahui, dalam waktu dekat ini tatap muka segera berlangsung. Kita menjaga sebelum berlangsung, minimal siswanya sudah vaksin semua, “ terang Ardi saat memantau pelaksanaan vaksinasi di SMAN 1 Wonomulyo.
Ardi juga meminta dukungan warga, untuk ikut serta mengkampanyekan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, demi memutus rantai penularan virus corona.
“ Kami berharap kepada masyarakat, agar tidak menolak, dan ikut bersama-sama menggelorakan imunisasi massal atau vaksinasi, untuk mencegah terjadinya penularan atau pasien baru COVID-19,” pungkas Ardi.
Berdasarkan pantauan wartawan, pelaksanaan vaksinasi ini mendapat sambutan antusias para siswa maupun siswi, yang ramai-ramai mengantri untuk divakasin. Namun sayang, tidak sedikit siswa maupun siswi, yang mengabaikan protokol kesehatan, lantaran berkerumun saat menunggu giliran divaksin. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
