Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pesona Air Terjun Sambabo di Mamasa dan Legenda Burung Raksasa yang Menjaganya

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 30 Agustus 2026 16:06 WITA 172 tayangan 4 menit baca
Pesona Air Terjun Sambabo di Mamasa dan Legenda Burung Raksasa yang Menjaganya
Foto ilustrasi / Dokumentasi Lifestyle - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menyimpan berjuta pesona wisata alam yang sayang untuk dilewatkan. Daerah yang berada di kawasan pegunungan ini memiliki sejumlah destinasi dengan panorama alam yang masih asri dan memikat. Salah satunya Air Terjun Sambabo yang disebut-sebut sebagai salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Air terjun setinggi 316 meter ini berada di Desa Ulumambi Barat, Kecamatan Bambang. Air Terjun Sambabo berjarak sekira 52 kilometer dari pusat kota Mamasa. Dapat dijangkau selama lebih kurang 2 jam. Perjalanan menuju Air Terjun Sambabo menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Sebab, akses jalan menuju kawasan wisata yang berada di Pegunungan Quarles tersebut belum seluruhnya dapat dijangkau kendaraan. Pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit melewati jalur yang cukup menantang. Selain melintasi sungai, pengunjung juga harus menapaki jalan menanjak dan berliku untuk mencapai lokasi air terjun. Meski cukup melelahkan, keindahan panorama alam dan udara sejuk yang ditawarkan seolah menjadi penyemangat bagi pengunjung untuk terus melangkah. Sepanjang perjalanan, pengunjung juga disuguhi suasana khas pegunungan dengan pepohonan yang tumbuh subur di sepanjang jalur. Sebelum mencapai lokasi air terjun, pengunjung akan melewati kawasan perkebunan kopi dan kakao. Aroma khas tanaman tersebut berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk, membuat perjalanan menuju Sambabo terasa semakin menyenangkan. Setelah menempuh perjalanan panjang, rasa lelah pengunjung seolah terbayar ketika tiba di lokasi. Dari balik pepohonan, Air Terjun Sambabo terlihat menjulang tinggi dengan aliran air yang deras seolah jatuh dari langit. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian berpadu dengan bias air yang terbawa angin, menciptakan sensasi alami yang menenangkan dan membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati keindahan Sambabo. Karena berada di tengah kawasan hutan yang masih asri, membuat air terjun sambabo tampak seperti lukisan alam yang hidup. “Saya sudah dua kali ke sana. Memang potensinya (Air Terjun Sambabo) sangat luar biasa,” kata Ketua Jelajah Kondosapata Mamasa, Benyamin Paotonan kepada wartawan, Senin (24/08/2026). Menurut pegiat wisata alam itu, Air Terjun Sambabo merupakan salah satu kawasan wisata kebanggaan Mamasa. Dia berharap pemerintah memberi perhatian untuk memaksimalkan potensi kawasan wisata tersebut. “Memang itu salah satu air terjun terbaik di Mamasa. Butuh perhatian dari pemerintah karena memang potensinya besar,” ungkapnya. Meski begitu, Benyamin menyebut potensi tersebut perlu didukung dengan pembenahan akses dan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai. Dia mengatakan, persoalan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Air Terjun Sambabo yang utama perlu mendapat perhatian. Setelah itu, pembenahan dan pembangunan infrastruktur pendukung agar semakin banyak warga yang mengunjungi kawasan wisata itu. “Salah satu yang harus segera mendapat perhatian pemerintah adalah akses jalannya yang butuh pembenahan, apalagi kita jalan kaki jauh ke dalam, karena medannya memang agak ekstrim. Kemudian fasilitas pendukung seperti gazebo dan lain-lain,” pungkas Benyamin. Legenda Burung Raksasa di Balik Keidahan Air Terjun Sambabo Mamasa Masyarakat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) menyimpan cerita yang telah diwariskan secara turun temurun terkait Air Terjun Sambabo. Cerita tersebut berkaitan dengan legenda seekor burung raksasa bernama Samba Botto yang dipercaya menjadi cikal bakal penamaan Sambabo. “Kalau dari sisi masyarakat lampau yang pernah saya dengar, Sambabo itu berasal dari kata Samba Botto. Penamaannya dari seekor burung besar yang konon tinggal dalam gua di puncak Sambabo,” kata Kepala Dinas Pariwisata Mamasa, Arvin Ital Putra kepada wartawan, Senin (24/08/2026). Menurut Arvin, dalam cerita yang berkembang di masyarakat, burung raksasa yang tinggal dalam gua di puncak air terjun tersebut memiliki ukuran yang sangat besar. Ketika membentangkan sayap, bayangannya disebut mampu menutupi sebagian wilayah setempat. “Ukurannya besar. Konon jika burung itu membentangkan sayap, hampir sebagian besar wilayah setempat tertutupi oleh bayangannya,” ungkapnya. Selain itu, Arvin menyebut keluarnya burung tersebut dari sarangnya dipercaya warga sebagai pertanda, baik maupun buruk. “Ketika burung itu keluar dan terbang mencari makan, itu diyakini memberi sinyal, berarti kemungkinan akan ada kesuksesan hidup atau bencana alam yang terjadi. Misalnya kekeringan, gagal panen, banjir, hal-hal seperti itu,” terangnya. Untuk menghindari bahaya, Arvin menyebut masyarakat setempat masih memegang teguh keyakinan dan kepercayaan adat Mappurondo dalam menjaga dan memelihara kawasan Air Terjun Sambabo. “Masyarakat meyakini ketika ada hal-hal yang tidak senonoh dilakukan masyarakat (di kawasan air terjun), maka akan mendatangkan sesuatu hal yang tidak baik,” tuturnya. Terlepas dari cerita legenda tersebut, Arvin mengungkapkan keseriusan pemerintah setempat untuk mengembangkan kawasan wisata Air Terjun Sambabo. Pengembangan itu, akan dilakukan dengan memperhatikan kearifan lokal yang telah diwariskan masyarakat secara turun-temurun. “Itu story talent nya, nanti kita akan buat penataan kawasan, kita perbaiki, di samping kita berjalan untuk membumingkan air terjun sambabo di kabupaten Mamasa ini sebagai air terjun tertinggi di dunia,” tandasnya. Apalagi, kata dia, Air Terjun Sambabo memiliki keistimewaan karena debit airnya tidak pernah kering meski dilanda kemarau panjang. “Kalau kita lihat debit airnya sedikit alami penurunan tapi tidak terlalu drastis, begitu kelebihan air terjun sambabo, hampir-hampir saat musim kemarau tidak banyak perubahan debit airnya,” pungkas Arvin. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman