Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Ratusan Layangan Hiasi Langit Campurjo Polman dalam Festival Angin Timur 2

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 17 September 2026 18:52 WITA 165 tayangan 3 menit baca
Ratusan Layangan Hiasi Langit Campurjo Polman dalam Festival Angin Timur 2
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Ribuan warga memadati areal persawahan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kehadiran mereka untuk memeriahkan Festival Angin Timur 2. Festival ini berlangsung di Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Senin (14/09). Warga yang berdatangan dari sejumlah daerah hadir sambil membaya layangan dengan berbagai ukuran dan warna. Layang-layang Lake merupakan nama layangan khas suku Mandar yang ditampilkan dalam festival ini. Bentuknya seperti burung dengan ekor panjang yang menjuntai. Layangan ini terbuat dari kayu dan bambu lalu dibungkus menggunakan kertas minyak yang beraneka warna. Setidaknya dibutuhkan dua orang untuk menerbangkan layang lake. Satu orang bertugas menarik dan mengendalikan tali atau senar layangan, sementara satu orang lainnya membantu mendorong serta mengangkat layangan ketika pertama kali diterbangkan. Meski harus bermain di tengah teriknya matahari, tidak menyurutkan semangat para peserta. Hembusan angin yang cukup kencang menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menerbangkan layangan setinggi mungkin. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan. Terlebih, langit yang sebelumnya tampak kosong seketika dipenuhi layangan warna-warni yang bergerak mengikuti arah angin. Untuk menerbangkan layangan lake ternyata bukan perkara mudah. Sebab, para pemain harus mampu membaca arah dan kekuatan angin agar layangan tetap stabil di udara. Ketegangan terlihat ketika hembusan angin tiba-tiba melemah membuat satu persatu layangan mulai kehilangan keseimbangan. Para pemain terlihat sigap memainkan tali untuk mempertahankan layangan agar tidak langsung jatuh menghujam ke tanah. Kepala Desa Campurjo, Maryono, mengatakan Festival Angin Timur 2 digelar untuk mempromosikan potensi desa sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat. “Tujuannya untuk memperkenalkan potensi Desa Campurjo agar semakin dikenal,” ungkap Maryono kepada wartawan, Senin (14/09/2026). Selain sebagai sarana promosi desa, festival ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pecinta layangan. Sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mempertahankan keberadaan layangan lake sebagai permainan tradisional khas suku Mandar agar tetap diminati generasi masa kini. “Juga menjadi ajang silaturahmi sesama pecinta layangan serta cara untuk melestarikan layangan lake yang menjadi layangan khas suku Mandar,” ujarnya. Maryono menargetkan jumlah peserta Festival Angin Timur 2 bisa mencapai 1.000 orang. Target tersebut didukung tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan festival serupa tahun sebelumnya. “Tahun lalu peserta lebih 1000 orang. Sekarang sudah hampir mendekati 1000 peserta,” ungkapnya. Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah menarik bagi peserta. Tidak hanya peserta, penonton yang hadir pun berkesempatan membawa pulang hadiah melalui undian doorprize. “Hadiah, alhamdulillah ada sepeda listrik, mesin cuci dan hadiah menarik lain…penonton juga dapat doorprize,” tuturnya. Maryono mengatakan Festival Angin Timur telah menjadi agenda tahunan Desa Campurjo. Selain menjadi ajang berkumpulnya para pecinta layangan, kegiatan ini juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat melalui tradisi menerbangkan layangan di tengah areal persawahan. “Memang sudah menjadi agenda tahunan desa kami. Setiap tahun Insya Allah akan kita laksanakan,” pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman