Perjuangan Damkar Polman Padamkan Kebakaran Hanguskan 37 Rumah Warga di Galung Tuluk
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 4 Maret 2026 21:10 WITA
170 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Kebakaran yang hanguskan 37 rumah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menyisakan banyak cerita. Selain tentang warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, juga mengenai petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Sebab, perjuangan para “ksatria biru” itu untuk padamkan api yang menghanguskan puluhan rumah di tengah pemukiman padat penduduk, menemui sejumlah kendala. Termasuk sulitnya menjangkau lokasi kebakaran akibat banyaknya kendaraan warga yang parkir di jalan.
“Sempit jalan baru masyarakat banyak, mana kendaraannya (parkir di jalan). Bagaimana tidak setengah mati masuk (mobil Damkar),” kata Kepala UPTD Damkar Polman, Imran kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (01/03/2026).
Kebakaran hebat di tengah pemukiman padat penduduk itu terjadi di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Sabtu malam (28/02) sekira pukul 20.30 Wita. Api cepat berkobar karena sebagian besar rumah yang terbakar terbuat dari bahan semi permanen.
Teriakan dan tangis histeris warga membuat suasana di lokasi menjadi mencekam. Apalagi saat kejadian, sebagian besar rumah yang terbakar dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menunaikan sholat tarawih berjamaah di masjid setempat.
“Padat, baru kebanyakan rumah semi permanen jadi mudah terbakar,” tutur Imran.
Lanjut Imran mengungkap kendala lain yang sempat dihadapi saat berada di lokasi. Selain karena angin sempat berhembus kencang membuat api semakin cepat berkobar, pihaknya juga kesulitan menemukan sumber air untuk mengisi mobil Damkar.
Dia mengaku sempat berniat mencoba memadamkan api menggunakan air laut. Namun mesin alkon yang hendak dipakai memompa air justru tenggelam ke dalam laut hingga alami kerusakan.
“Sempat angin kencang makanya langsung banyak (rumah yang terbakar). Itu juga kendala susah titik air (untuk mengisi mobil Damkar). Mungkin ada lima kali kita bolak balik mengisi mobil,” terangnya.
“Yang jelas ada-ada saa kendalanya anggota. Kita mau upayakan pakai air laut, tapi langsung tenggelam alkon, mana lampu sorot tiba-tiba tidak mau menyala,” sambungnya.
Diakui Imran, kobaran api berhasil dikuasai warga beberapa jam kemudian dengan bantuan 10 unit mobil Damkar termasuk 2 unit dari Damkar Majene yang diterjunkan ke lokasi. Sebanyak 40 personel Damkar bertaruh nyawa di tengah kobaran api, asap tebal dan puing bangunan yang mulai runtuh.
“Kita sudah berupaya maksimal, kita berusaha tiba di lokasi secepat mungkin, tapi ada daya kita juga manusia biasa,” ucapnya.
Menurut Imran, kebakaran yang hanguskan 37 rumah warga di Desa Galung Tuluk adalah kebakaran terhebat ditangani Damkar Polman sejak beberapa tahun terakhir.
“Kalau data Damkar ini yang paling parah, mungkin sekitar sepuluh tahun terakhir. Kalau kebakaran pemukiman ini paling parah,” tutupnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
