Pasca kejadian puluhan nelayan setempat langsung turun ke laut untuk melakukan pencarian korban menggunakan peralatan seadanya, “ Karena keterbatasan peralatan, terpaksa pencarian kita fokuskan ke permukaan laut, pakai pukat dengan harapan korban bisa muncul karena sampai sekarang Basarnas sampai belum tiba “ jelas Kepala Desa Galeso, H Suardi M, kepada wartawan.
Tangis histeris sang ibu mertua Ecce (40 tahun) pecah ditengah kerumunan ratusan warga, lantaran korban tidak kunjung ditemukan, kendati telah lebih dua jam tenggelam, “ Cepatki kowdong, panggilki cepat penyelam, turunki dilaut, sudah dua jammi itu anakku tenggelam “ pinta Ecce kalut.
Petugas dari TNI-Polri, Badan Penangulangan Bencana Daerah telah berada di lokasi kejadian, untuk membantu warga melakukan pencarian agar korban dapat segera ditemukan. (Thaya)
Perahu “Katinting” Bertabrakan, Nelayan Mampie Hilang
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 22 April 2019 15:37 WITA
912 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO ,- Persitiwa ini terjadi di Pantai Ujung, Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin siang (22/04/19), sekira pukul 10:30 WITA.
Zainuddin (30 tahun) nelayan setempat, hilang akibat tenggelam setelah perahu “katinting” yang ditumpanginya bertabrakan dengan perahu katinting milik Lukman (25 tahun), saat keduanya usai menebar bibit rumput laut, sekitar lima puluh meter dari pinggir pantai.
Dari keterangan salah seorang warga, sebelum menghilang usai terjatuh ke dalam laut, korban masih sempat terlihat mencoba berenang ke arah perahu katinting miliknya, “ Informasi demikian, setelah terjatuh korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan cara berenang ke arah perahu miliknya, namun tidak lama akhirnya menghilang karena tenggelam “ ujar Yusri.
Pasca kejadian puluhan nelayan setempat langsung turun ke laut untuk melakukan pencarian korban menggunakan peralatan seadanya, “ Karena keterbatasan peralatan, terpaksa pencarian kita fokuskan ke permukaan laut, pakai pukat dengan harapan korban bisa muncul karena sampai sekarang Basarnas sampai belum tiba “ jelas Kepala Desa Galeso, H Suardi M, kepada wartawan.
Tangis histeris sang ibu mertua Ecce (40 tahun) pecah ditengah kerumunan ratusan warga, lantaran korban tidak kunjung ditemukan, kendati telah lebih dua jam tenggelam, “ Cepatki kowdong, panggilki cepat penyelam, turunki dilaut, sudah dua jammi itu anakku tenggelam “ pinta Ecce kalut.
Petugas dari TNI-Polri, Badan Penangulangan Bencana Daerah telah berada di lokasi kejadian, untuk membantu warga melakukan pencarian agar korban dapat segera ditemukan. (Thaya)
Pasca kejadian puluhan nelayan setempat langsung turun ke laut untuk melakukan pencarian korban menggunakan peralatan seadanya, “ Karena keterbatasan peralatan, terpaksa pencarian kita fokuskan ke permukaan laut, pakai pukat dengan harapan korban bisa muncul karena sampai sekarang Basarnas sampai belum tiba “ jelas Kepala Desa Galeso, H Suardi M, kepada wartawan.
Tangis histeris sang ibu mertua Ecce (40 tahun) pecah ditengah kerumunan ratusan warga, lantaran korban tidak kunjung ditemukan, kendati telah lebih dua jam tenggelam, “ Cepatki kowdong, panggilki cepat penyelam, turunki dilaut, sudah dua jammi itu anakku tenggelam “ pinta Ecce kalut.
Petugas dari TNI-Polri, Badan Penangulangan Bencana Daerah telah berada di lokasi kejadian, untuk membantu warga melakukan pencarian agar korban dapat segera ditemukan. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.