Penyelam Tradisional Terjun Cari 2 Bocah Hilang di Sungai Maloso Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 6 Juni 2026 20:48 WITA
355 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Tim Sar Gabungan terus berupaya mencari dua bocah SD berinisial HU (7) dan DA (7) yang dilaporkan hilang usai tenggelam di Sungai Maloso, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Selain memperluas area pencarian, sejumlah penyelam tradisional juga diterjunkan mencari kedua korban yang diduga terjebak di dasar sungai.
Para penyelam tradisional yang berjumlah lebih kurang 10 orang merupakan warga setempat. Mereka biasa menyelam hanya mengandalkan teknik tahan napas.
“Tadi kami menyelam bersama masyarakat. Ada kurang lebih 10 masyarakat yang terlibat,” kata Wadanki Brimob Kompi IV Yon A Pelopor Polda Sulbar, Ipda Rasmadi kepada wartawan, Sabtu (06/06/2026).
Menurut Rasmadi, upaya penyelaman ini dilakukan warga bermodalkan alat seadanya seperti tali dan bambu. Mereka nekat menyelami dasar Sungai Maloso meski airnya keruh dan arusnya kuat.
“Tapi kendalanya karena di bawah itu (dasar sungai) banyak kayu besar, terus arus deras dan juga dalam,” ungkapnya.
Selain itu, Rasmadi menyebut upaya pencarian juga dilakukan Tim Sar Gabungan dengan menyisir sepanjang aliran Sungai Maloso. Namun, hingga Sabtu petang, kedua korban belum juga ditemukan.
“Kami bersama tim sar gabungan juga mengupayakan penacrian di darat maupun menyisir sungai. Pencarian hari ini telah maksimal, tapi apa boleh buat belum ada tanda-tanda, korban tersisa dua orang belum ditemukan sampai saat ini,“ tandasnya.
Sementara Kanit Basarnas Polman Ibrahim menjelaskan, area pencarian diperluas ke muara Sungai Maloso memasuki hari kedua pasca hilangnya kedua korban.
“Untuk hari ini, hari kedua operasi pencarian, kami kembali melakukan penyusuran dengan memperluas area pencarian sampai muara, kurang lebih tujuh kilometer dari titik lokasi kejadian kecelakaan, namun sampai saat ini hasil yang kami dapatkan masih nihil,” terangnya.
Upaya menemukan korban juga dilakukan Tim Sar gabungan dengan bermanuver menggunakan perahu karet di dalam sungai. Tujuannya untuk menciptakan gelombang dan pusaran air, sehingga jenazah korban yang diduga tersangkut di dasar sungai segera mengapung ke permukaan.
“Kami telah melakukan manuver (gunakan perahu karet) untuk menciptakan ombak buatan di titik-titik yang dicurigai korban tersangkut, tapi hasilnya masih tetap nihil,” pungkas Ibrahim.
Diberitakan sebelumnya, 3 bocah sekolah dasar berinisial RA (7), HU (7) dan DA (7) dilaporkan hanyut saat bermain di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Jumat (05/06) sekira pukul 10.00 WITA. Salah satu korban, bocah wanita berinisial RA ditemukan tak bernyawa sekira 500 meter dari lokasi kejadian.
Pasca kejadian, berbagai upaya dilakukan pihak keluarga bersama warga agar dua korban lain segera ditemukan. Termasuk menggelar doa bersama dan ritual melepas seekor ayam putih di lokasi korban dinyatakan hilang.
"Ritual itu dilakukan dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan," kata salah satu warga, Mahmuddin kepada wartawan. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
