Selaku inisiator proyek Dum-Dum, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Suaib Nawawi mengemukakan , masalah ketersediaan darah menjadi persoalan utam yang memicu banyaknya ibu hamil di daerah ini terlambat mendapat pertolongan medis ketika hendak melahirkan, “ Hampir semua ibu hamil yang mengalami pendarahan, terlambat mendapat penanganan medis karena persoalan darah yang belum tersedia, pihak keluarga harus mencari ke kesana dan kemarin dan itu membutuhkan waktu, kita berharap dengan terlaksananya proyek perubahan dum-dum, masalah seperti tersebut tidak terjadi lagi “ ungkap Suaib.
Masih kata Suaib, proyek perubahan dum-dum yang diharapkan bisa berjalan di seluruh desa dan kelurahan se Kabupaten Polewali Mandar, nantinya tidak hanya menyuplai kebutuhan darah untuk ibu hamil saja, tetapi seluruh masalah kesehatan yang membutuhkan bantuan darah, “ Darah yang terkumpul tidak hanya diperuntukkan untuk ibu hamil saja tetapi juga untuk kebutuhan lain, seperti kecelakaan , pasien yang akan dioperasi dan lain sebaginya “ sambung Suaib.
Jika proyek dum-dum berjalan lancar, Suaib optimis ketersediaan darah di Polewali Mandar, dapat memenuhi kebutuhan darah untuk ibu hamil di daerah ini, “ Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan darah 50 persen dari jumlah ibu hamil di daerah kita, kita tidak perlu lagi sibuk mencari darah dan ibu hamil yang mengalami pendarahan bisa cepat mendapat penanganan medis “ pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar dalam sambutannya mengaku mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pencanangan proyek perubahan dum-dum, “ Ini program bagus dan saya dukung, jika perlu dibuatkan perda agar bisa berjalan lancar dan semua pihak bisa terlibat “ ujar Bupati, melalui rilis Kasubag Protokol Humas Pemkab Polman, Samiaji.
Namun demikian, Bupati berharap pada dinas terkait untuk terus memantau jalannya proyek dum-dum ini agar tidak menjadi kegiatan seremoni saja, “ Saya minta pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan lancar, jangan sampai kita hanya terfokus mengejar prestasi namun melupakan hal lain, sehingga kemarin di daerah kita angka kematian ibu melahirkan menjadi tinggi “ ungkap Bupati mengingatkan.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk berperan aktif mensukseskan proyek perubahan dum-dum ini, agar kelak tidak ada lagi ibu melahirkan di Polewali Mandar, yang terlambat mendapat menanganan medis karena ketidak tersediaan darah, serta Kabupaten Polewali Mandar yang dikenal dengan jargon Polman Jago, bisa menjadi kabupaten percontohan bagi daerah lain, “ Saya mau semua kepala desa dan lurah bisa bersaing, khususnya dalam hal penyediaan darah agar kelak warga tidak repot lagi mencari darah dan daerah kita bisa menjadi daerah percontohan pemenuhan ketersediaan darah bagi warganya, yang menang nanti saya kasi hadiah “ himbau Bupati sembari tertawa.
Dalam kesempatan ini, Bupati Andi Ibrahim Masdar menyempatkan memantau proses pelayanan pemeriksaan ibu hamil, serta pelaksanaan donor darah yang dilakukan puluhan warga di halaman Kantor Desa setempat. (Thaya)
Penuhi Kebutuhan Darah, Bupati Polman Launching Proyek Perubahan Dum-Dum
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 21 Juni 2019 13:53 WITA
1,641 tayangan
3 menit baca
WONOMULYO,- Sebagai upaya memenuhi kebutuhan darah khususnya bagi ibu hamil yang akan melahirkan, pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melakukan launching proyek perubahan “Dum-Dum” yang merupakan singkatan dari Darah Untuk Kemanusiaan , Darah Untuk Ibu Melahirkan.
Kegiatan yang dihadiri Bupati Polewali Mandar, sejumlah Pejabat Pemerintah Polewali Mandar, Para Kepala Puskesmas se Kabupaten Polewali Mandar, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Polewali Mandar, serta tamu undangan, berlangsung di Aula Kantor Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat pagi (21/06/19).
Pelaksanaan proyek perubahan dum-dum terbagi dalam tiga tahap, yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, di mana setiap tahap ditandai dengan ketersediaan dua kantong darah yang berasal dari 3 pendonor untuk setiap ibu hamil di daerah ini, yang akan dilakukan secara berkelanjutan.
Selaku inisiator proyek Dum-Dum, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Suaib Nawawi mengemukakan , masalah ketersediaan darah menjadi persoalan utam yang memicu banyaknya ibu hamil di daerah ini terlambat mendapat pertolongan medis ketika hendak melahirkan, “ Hampir semua ibu hamil yang mengalami pendarahan, terlambat mendapat penanganan medis karena persoalan darah yang belum tersedia, pihak keluarga harus mencari ke kesana dan kemarin dan itu membutuhkan waktu, kita berharap dengan terlaksananya proyek perubahan dum-dum, masalah seperti tersebut tidak terjadi lagi “ ungkap Suaib.
Masih kata Suaib, proyek perubahan dum-dum yang diharapkan bisa berjalan di seluruh desa dan kelurahan se Kabupaten Polewali Mandar, nantinya tidak hanya menyuplai kebutuhan darah untuk ibu hamil saja, tetapi seluruh masalah kesehatan yang membutuhkan bantuan darah, “ Darah yang terkumpul tidak hanya diperuntukkan untuk ibu hamil saja tetapi juga untuk kebutuhan lain, seperti kecelakaan , pasien yang akan dioperasi dan lain sebaginya “ sambung Suaib.
Jika proyek dum-dum berjalan lancar, Suaib optimis ketersediaan darah di Polewali Mandar, dapat memenuhi kebutuhan darah untuk ibu hamil di daerah ini, “ Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan darah 50 persen dari jumlah ibu hamil di daerah kita, kita tidak perlu lagi sibuk mencari darah dan ibu hamil yang mengalami pendarahan bisa cepat mendapat penanganan medis “ pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar dalam sambutannya mengaku mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pencanangan proyek perubahan dum-dum, “ Ini program bagus dan saya dukung, jika perlu dibuatkan perda agar bisa berjalan lancar dan semua pihak bisa terlibat “ ujar Bupati, melalui rilis Kasubag Protokol Humas Pemkab Polman, Samiaji.
Namun demikian, Bupati berharap pada dinas terkait untuk terus memantau jalannya proyek dum-dum ini agar tidak menjadi kegiatan seremoni saja, “ Saya minta pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan lancar, jangan sampai kita hanya terfokus mengejar prestasi namun melupakan hal lain, sehingga kemarin di daerah kita angka kematian ibu melahirkan menjadi tinggi “ ungkap Bupati mengingatkan.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk berperan aktif mensukseskan proyek perubahan dum-dum ini, agar kelak tidak ada lagi ibu melahirkan di Polewali Mandar, yang terlambat mendapat menanganan medis karena ketidak tersediaan darah, serta Kabupaten Polewali Mandar yang dikenal dengan jargon Polman Jago, bisa menjadi kabupaten percontohan bagi daerah lain, “ Saya mau semua kepala desa dan lurah bisa bersaing, khususnya dalam hal penyediaan darah agar kelak warga tidak repot lagi mencari darah dan daerah kita bisa menjadi daerah percontohan pemenuhan ketersediaan darah bagi warganya, yang menang nanti saya kasi hadiah “ himbau Bupati sembari tertawa.
Dalam kesempatan ini, Bupati Andi Ibrahim Masdar menyempatkan memantau proses pelayanan pemeriksaan ibu hamil, serta pelaksanaan donor darah yang dilakukan puluhan warga di halaman Kantor Desa setempat. (Thaya)
Selaku inisiator proyek Dum-Dum, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Suaib Nawawi mengemukakan , masalah ketersediaan darah menjadi persoalan utam yang memicu banyaknya ibu hamil di daerah ini terlambat mendapat pertolongan medis ketika hendak melahirkan, “ Hampir semua ibu hamil yang mengalami pendarahan, terlambat mendapat penanganan medis karena persoalan darah yang belum tersedia, pihak keluarga harus mencari ke kesana dan kemarin dan itu membutuhkan waktu, kita berharap dengan terlaksananya proyek perubahan dum-dum, masalah seperti tersebut tidak terjadi lagi “ ungkap Suaib.
Masih kata Suaib, proyek perubahan dum-dum yang diharapkan bisa berjalan di seluruh desa dan kelurahan se Kabupaten Polewali Mandar, nantinya tidak hanya menyuplai kebutuhan darah untuk ibu hamil saja, tetapi seluruh masalah kesehatan yang membutuhkan bantuan darah, “ Darah yang terkumpul tidak hanya diperuntukkan untuk ibu hamil saja tetapi juga untuk kebutuhan lain, seperti kecelakaan , pasien yang akan dioperasi dan lain sebaginya “ sambung Suaib.
Jika proyek dum-dum berjalan lancar, Suaib optimis ketersediaan darah di Polewali Mandar, dapat memenuhi kebutuhan darah untuk ibu hamil di daerah ini, “ Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan darah 50 persen dari jumlah ibu hamil di daerah kita, kita tidak perlu lagi sibuk mencari darah dan ibu hamil yang mengalami pendarahan bisa cepat mendapat penanganan medis “ pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar dalam sambutannya mengaku mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pencanangan proyek perubahan dum-dum, “ Ini program bagus dan saya dukung, jika perlu dibuatkan perda agar bisa berjalan lancar dan semua pihak bisa terlibat “ ujar Bupati, melalui rilis Kasubag Protokol Humas Pemkab Polman, Samiaji.
Namun demikian, Bupati berharap pada dinas terkait untuk terus memantau jalannya proyek dum-dum ini agar tidak menjadi kegiatan seremoni saja, “ Saya minta pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan lancar, jangan sampai kita hanya terfokus mengejar prestasi namun melupakan hal lain, sehingga kemarin di daerah kita angka kematian ibu melahirkan menjadi tinggi “ ungkap Bupati mengingatkan.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk berperan aktif mensukseskan proyek perubahan dum-dum ini, agar kelak tidak ada lagi ibu melahirkan di Polewali Mandar, yang terlambat mendapat menanganan medis karena ketidak tersediaan darah, serta Kabupaten Polewali Mandar yang dikenal dengan jargon Polman Jago, bisa menjadi kabupaten percontohan bagi daerah lain, “ Saya mau semua kepala desa dan lurah bisa bersaing, khususnya dalam hal penyediaan darah agar kelak warga tidak repot lagi mencari darah dan daerah kita bisa menjadi daerah percontohan pemenuhan ketersediaan darah bagi warganya, yang menang nanti saya kasi hadiah “ himbau Bupati sembari tertawa.
Dalam kesempatan ini, Bupati Andi Ibrahim Masdar menyempatkan memantau proses pelayanan pemeriksaan ibu hamil, serta pelaksanaan donor darah yang dilakukan puluhan warga di halaman Kantor Desa setempat. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.