Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Mapilli Terkendala Cuaca Buruk
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 28 Mei 2020 20:18 WITA
724 tayangan
2 menit baca
MAPILLI,- Upaya pencarian warga Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Saparuddin (40 tahun) satu dari tiga warga yang tenggelam di Sungai Mapilli, terus dilakukan Tim Sar Gabungan, terdiri dari Basarnas Mamuju, BPBD Polman, TNI-POLRI, pemerintah desa dibantu warga setempat.
Kepala Basarnas Mamuju Djunaidi S.S.Sos, mengatakan radius pencarian diperluas hingga ke muara sungai, apalagi masyarakat sempat melaporkan mencium bau busuk di sekitar daerah tersebut, “ Tadi ada masyarakat yang mengaku mencium bau tidak sedap di muara sungai, jadi kita coba sampai ke sana, tapi hasil masih nihil “ katanya kepada wartawan, Kamis (28/05/20)
Namun sayang, menurut Djunaidi upaya pencarian hari ini terkendala cuaca buruk, “ Untuk hari ini kendala yang dihadapi adalah cuaca buruk, hujan deras mengakibatkan jarak pandang berkurang “ ungkapnya.
Kendala serupa diungkapkan Kepala Desa Segerang, Andi Ahmad yang mengaku upaya pencarian yang dilakukan menggunakan perahu tradisional terkendala ombak yang cukup tinggi , “ Tadi saya sudah sampai ke laut melakukan pencarian, apalagi ada warga yang melaporkan mencium bau busuk di sekitar muara hingga laut, namun kita terhalang kondisi ombak yang tidak bersahabat, makanya pencarian dihentikan lebih cepat “ ujarnya melalui sambungan telepon.
Kendati demikian, Andi Ahmad memastikan proses pencairan akan kembali dilanjutkan pada Jumat besok, “ Insya Allah besok pagi saya bersama warga dan Tim Sar Gabungan akan kembali melanjutkan pencarian, semoga saja korban bisa segera ditemukan “ pungkasnya.
Selasa siang , dua korban masing-masing bernama Asrar (19 Tahun) dan Hasanuddin (45 Tahun) warga Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, berhasil ditemukan Tim Sar Gabungan degan kondisi tewas. Posisi jenazah keduanya mengapung di sisi sungai, pada dua tempat berbeda yang berjarak sekira satu kilometer. Isak tangis keluarga pecah, menyambut kedatangan kedua korban di rumah duka.
Sebelumnya diberitakan, Saparuddin (40 tahun), Asrar (19 Tahun) dan Hasanuddin (45 Tahun), nekat melompat ke dalam sungai, saat mencoba menghindari polisi yang melakukan penggrebekan arena judi sabung ayam.
Ketiganya diduga kelelahan, saat mencoba melarikan diri dengan cara berenang menyebrangi sungai Mapilli, yang saat kejadian sedang berarus deras. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.