Pemuda Diduga ODGJ Bacok Bapak Kandung di Polman, Korban Tewas saat di RS
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 20 September 2025 05:53 WITA
211 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pemuda berinisial RA (24) yang diduga menyandang status orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diamankan usai membacok bapak kandungnya bernama Kaharuddin (53) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Korban tewas ketika hendak mendapat pertolongan di rumah sakit (RS).
"Korban sempat dilarikan ke puskesmas padang mawalle kemudian dirujuk ke rumah sakit andi depu polewali. Namun korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang diderita," kata Kapolsek Tutar Ipda Bafruddin dalam keterangannya, Jumat (19/09/2025).
Insiden terjadi di Desa Poda-poda, Kecamatan Tutar, Jumat petang (19/09), sekira pukul 18.15 WITA. Korban dibacok saat menunaikan ibadah sholat magrib di Masjid Al Amin.
"Pelaku adalah anak kandung korban. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban sedang melaksanakan salat magrib berjamaah," terang Bafruddin.
Untuk kepentingan penyelidikan, pelaku dan barang bukti parang yang dipakai menganiaya korban telah diamankan ke Polres Polman.
"Pelaku beserta barang bukti sebilah parang telah diamankan. Selain itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian peristiwa, dokumentasi, serta meminta keterangan saksi-saksi," pungkas Badruddin.
Sementara salah satu kerabat korban, Irham mengungkap jika selama ini pelaku dikenal sebagai ODGJ.
"Itu anak (pelaku) kurang anu (sehat) mentalnya. Gangguan jiwa," ungkapnya melalui sambungan telepon.
Irham menyebut pelaku memiliki sifat kekanak-kanakan. Hanya saja, pelaku belum pernah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
"(belum pernah dibawa ke rumah sakit jiwa) Tidak, karena memang secara aktifitas terlihat bagus, tapi memang dia dianggap tidak sehat, tingkahnya kekanak-kanakan padahal usianya sudah sekian puluh tahun," tuturnya.
Menurut Irham, pelaku langsung diamankan warga tanpa perlawanan usai memarangi korban.
"Tadi pas kejadian langsung bubar sholat berjamaah, masyarakat langsung tangkap, dia tidak lari seperti tidak ada kejadian, tidak melawan, seperti tidak merasa bersalah, namanya juga orang anu (gila) tidak merasa bersalah," tutupnya.
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
