Pemkab Polman dan TNI-POLRI Gelar Apel Siaga-Bentuk Posko Terpadu Hadapi Karhutla
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 28 Agustus 2026 19:18 WITA
136 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pemerintah bersama TNI-Polri dan sejumlah instansi terkait menggelar apel kesiapsiagaan bencana menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kegiatan tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran
Apel kesiapsiagaan itu berlangsung di Makodim 1402/Polman, Jumat (28/08). Dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Polman, Andi Mahadiana Djabbar.
Sejumlah personel dari berbagai unsur dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Polres Polman, Yonif TP 917/Keris Muda Mandar, Kodim 1402/Polman, BPBD, Brimob, PLN, Manggala Agni serta instansi terkait lainnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran. Dalam simulasi tersebut, personel memperagakan tahapan penanganan kebakaran, mulai dari respons awal hingga proses pemadaman dengan melibatkan unit pemadam kebakaran.
Simulasi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel dan peralatan yang telah disiapkan. Dengan latihan secara langsung, setiap unsur diharapkan memahami tugas dan perannya sehingga dapat bergerak cepat ketika terjadi kebakaran di lapangan.
"Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi," kata Andi Mahadiana dalam keterangannya, Jumat (28/08/2026).
Menurutnya, potensi Karhutla harus diantisipasi sejak dini. Penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan satu instansi, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga penanggulangan bencana hingga masyarakat.
"Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi, koordinasi dan kecepatan bertindak antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni serta seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan, pemerintah bersama instansi terkait juga membentuk Posko Terpadu Penanggulangan Karhutla.
Posko tersebut ditempatkan di Makodim 1402/Polman dan menjadi pusat koordinasi dalam memantau serta merespons potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Polman.
Keberadaan posko diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarinstansi, terutama dalam menerima informasi awal mengenai titik atau lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
Pasi Ops Kodim 1402/Polman Kapten Inf Ahmad Yani mengatakan, posko tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mempercepat mobilisasi personel dan peralatan apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla.
"Posko utama penanggulangan karhutla kita tempatkan di Makodim 1402/Polman. Langkah kesiapsiagaan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar,” pungkas Ahmad. (Zik/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
