Nelayan Pulang Melaut Luka Parah Diterkam Buaya Muara Sungai di Tinambung Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 29 Oktober 2026 17:20 WITA
115 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Seorang nelayan bernama Abd Jalil (49) mengalami luka parah setelah diterkam buaya di muara Sungai Mandar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Korban berhasil terlepas dari gigitan buaya setelah rekannya memukul tubuh reptil tersebut menggunakan dayung.
“Langung saya ambil dayung, saya lompat pukul badannya itu buaya pakai dayung, langsung lepas gigitannya,” ujar rekan korban, Mansur kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Ga’de, Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Rabu malam (28/10), sekira pukul 20.00 Wita. Insiden bermula ketika korban masuk ke dalam sungai untuk menambatkan perahu katinting yang digunakan melaut.
“Kita sudah sampai di pinggir, kita mau perbaiki (posisi) perahu. Itu anggotaku (korban) turun kasihan (ke sungai) untuk ambil tali, mau diikat perahu, disitu mi langsung diterkam,” ungkapnya.
Mansur mengaku tidak mengetahui dari arah mana buaya tersebut datang. Dia baru menyadari keberadaan reptil itu setelah mendengar korban berteriak kesakitan.
“Kita tidak tahu dari mana datangnya itu buaya, karena sama sekali tidak terlihat. Nanti saya dengar korban berteriak kesakitan baru saya tahu kalau ada buaya,” terangnya.
Menurut Mansur, serangan tersebut berlangsung sangat cepat. Buaya sempat menenggelamkan korban selama beberapa saat sebelum kembali muncul ke permukaan.
“Tidak cukup satu menit dalam gigitan buaya. Sempat tenggelam tapi sebentar sekali, pas naik langsung saya pukul (buaya),” ujarnya.
Mansur menyebut ukuran buaya yang menyerang rekannya cukup besar. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah luka robek pada tubuh korban, terutama di bagian lengan dan pinggang belakang.
“Kalau ukuran kita tidak bisa pastikan karena tidak jelas, karena malam, yang pasti besar. Yang digigit bagian lengan sama pinggang, belakang,” ucapnya.
Atas kejadian tersebut, Mansur berharap pemerintah segera mencari solusi agar tidak ada lagi warga yang diserang buaya. Diakui, insiden itu membuat masyarakat setempat khawatir saat hendak beraktivitas di sungai, terutama ketika akan melaut.
“Selaku warga bagaimana ini buaya bisa diatasi, agar kita aman melaut, karena kita itu selalu turun ke sungai kalau mau melaut. Sekarang kita was-was,” pungkasnya.
Sementara Camat Tinambung, Muhammmad Rifai mengungkapkan bahwa korban telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Majene. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi korban mulai membaik dan tidak terlalu mengkhawatirkan.
“Saya dapat info korban dirujuk ke (rumah sakit) Majene. Tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” tuturnya.
Rifai mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait penanganan buaya di kawasan tersebut. Dia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada.
“Untuk saat ini, langkah awal yang kami lakukan kembali mengimbau masyarakat sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada. Sembari kami berkoordinasi dengan pihak Polsek terkait langkah yang akan ditempuh,” jelasnya.
Rifai menduga buaya yang menerkam korban merupakan buaya 3 meter yang sebelumnya terlihat di dalam selokan dan terekam kamera warga pada Senin malam (26/10), sekitar pukul 20.00 Wita. Dia menduga buaya tersebut menyerang warga karena sulit mendapat makanan.
“Sepertinya buaya itu (dalam selokan). Indikasinya, buaya tersebut sudah masuk ke got untuk mencari makan dan ketika tidak dapat, maka sembarang mi mangsa na lihat,” pungkasnya.
Sebelumnya seekor buaya sepanjang 3 meter terlihat berada di dalam selokan yang mengarah ke Sungai Mandar, tepatnya di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, pada Senin malam (26/10), sekitar pukul 20.00 WITA. Lokasi kemunculan buaya itu berada tepat di belakang rumah warga. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
