Merasa Cukup, Warga Parappe Ikhlas Bansosnya Dialihkan Untuk Orang Lain
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 15 Mei 2020 15:14 WITA
952 tayangan
2 menit baca
CAMPALAGIAN,- Tindakan terpuji ditunjukkan Nasir Saleh (39 Tahun), salah seorang warga Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Bagaimana tidak, kendati terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai dari kementrian sosial berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Nasir saleh yang memiliki tiga anak, justru enggan diberi bantuan tersebut.
Kepada Pemerintah Desa dan Petugas Bhabinkmatibmas yang mengkonfirmasi penolakan itu, Nasir Saleh mengatakan, masih banyak warga di sekitarnya yang hidup dalam kondisi lebih memprihatinkan dan layak untuk diberi bantuan.
Nasir Saleh mengaku ikhlas jika bantuan tunai sosial sebanyak enam ratus ribu rupiah perbulan, yang akan diberikan untuknya selama tiga bulan berturut dialihkan untuk warga lainnya. Kendati diakui, sejak beberapa bulan terakhir kondisi ekonominya semakin sulit, lantaran pendapatan sebagai pedagang keliling, merosot akibat pandemi virus corona.
“ Alasan yang pertama bukan berarti saya menolak, bukan memikirkan diri pribadi saya sendiri, tapi mungkin masih ada warga khususnya di desa parappe ini, lebih membutuhkan dari pada saya, jadi saya mohon itu uang dialihkan kepada saudara-saudara yang lain yang lebih layak lagi “ ujar Nasir Saleh kepada petugas, Jumat (15/05/20).
“ Sekali lagi saya bukan menolak, tapi seandainya saat ini saya bisa menghidupi diri dan keluar saya lebih dari yang sekarang, justru saya akan memberikan uang kepada petugas untuk diberikan kepada saudara kita lainnya yang lebih membutuhkan “ pungkasnya.
Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Desa Parappe Amiruddin mengaku kaget, lantaran telah mendata Nasir Saleh sebagai calon penerima bantuan. Kendati demikian dirinya juga terharu dan bangga, memiliki seorang warga yang memiliki kebesaran hati dan patut untuk dicontoh oleh warga lainnya.
“ Saya terharu dan bangga, karena masih ada warga seperti ini, bisa dikategorikan warga saya ini layak menerima bantuan, kalau kita nilai saudara kita ini sangat layak, padahal ada warga yang tidak layak menerima bantuan justru memaksa untuk diberi bantuan “ katanya kepada wartawan.
Berdasarkan data pemerintah desa, sedikitnya ada sebanyak 215 nama yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan berdasarkan DTKS, namun berdasarkan daftar yang diterima hanya mengakomodir sekira 171 nama. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.