Menu MBG Sebabkan 20 Siswa Keracunan di Mamasa Positif Terkontaminasi Bakteri
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 5 Oktober 2026 19:54 WITA
165 tayangan
3 menit baca
MAMASA,- Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebabkan 20 siswa alami keracunan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) positif terkontaminasi bakteri Staphylococcus Aureus. Pihak terkait telah menarik Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabulahan yang menyiapkan menu MBG tersebut.
"Untuk hasil pemeriksaan uji sampel makanan, berdasarkan laporan yang kami terima, dua sampel positif mengandung bakteri Stapylococcus Aureus," kata Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryana kepada wartawan, Senin (05/10/2026).
Iryana mengaku belum bisa memastikan asal muasal penularan bakteri tersebut. Meksi begitu, dia menyebut ayam pada menu MBG tersebut positif terkontaminasi bakteri berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
“Ayam saja (terkontaminasi) karena memang BPOM cuman periksa ayam sesuai hasil Epidemologinya,” ungkapnya.
“Kami tidak bisa menarik mata rantai titik awal sehingga bakteri ada dalam makanan tersebut. Bisa saja dari manusia yang lebih dulu terpapar atau dari proses penyimpanan makanannya, itu semua yang harus diperhatikan," sambung Iryana.
Dia mengaku telah menyerahkan hasil uji laboratorium sampel makanan tersebut kepada pengelola dapur SPPG untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
"Ada beberapa rekomendasi yang harus memang mereka penuhi sehubungan dengan keluarnya hasil laboratorium dan ditemukan adanya bakteri pada sampel. Kami sudah tarik SLHS nya," tandasnya.
Dia mengatakan, dapur SPPG tersebut dapat kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan dan mendapatkan kembali SLHS.
"Harus dilengkapi dan itu dinas kesehatan yang tentukan, ada beberapa persyaratan dan mereka harus mulai dari awal, banyak point penilaian yang harus dipenuhi," pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr Ratna Sari Dewi, menyebut beberapa faktor penyebab munculnya bakteri tersebut. Selain dari manusia juga karena kondisi lingkungan dan proses pengelolaan makanan.
"Bisa jadi dari petugasnya atau dari lingkungan yang tidak bersih dan pengolahan makanan, karena memang agak lama di suatu ruangan, sehingga disitu muncul bakteri," sebutnya.
Dia menegaskan, dapur SPPG tersebut dapat kembali beroperasi setelah proses pengelolaan makanan diperbaiki dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
"Jadi saya langsung koordinasi dengan Puskemas Tabulahan untuk mendatangi SPPG terkait. Kami koordinasikan agar mencabut sertifikat SLHS nya dan itu akan kembali beroperasi setelah ada perbaikan," tandasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 20 siswa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa diduga keracunan akibat ayam yang menjadi lauk dalam MBG tersebut belum matang secara sempurna.
Awalnya, hanya 12 siswa yang dilaporkan mengalami keracunan lalu dievakuasi ke Puskesmas Tabulahan, Senin (28/09). Mereka mengalami sejumlah gejala seperti mual hingga pusing.
"Informasi yang saya terima dari guru, ternyata dibilang ayamnya masih ada yang merah. (Kurang matang) seperti itu," kata Camat Tabulahan, Martina kepada wartawan. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
