Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Mengenal Ismi Ulfaida, Remaja Asal Bonra Polman Calon Paskibraka Nasional Tahun 2026

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 29 Juni 2026 17:06 WITA 397 tayangan 3 menit baca
Mengenal Ismi Ulfaida, Remaja Asal Bonra Polman Calon Paskibraka Nasional Tahun 2026
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pendidikan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Kebahagiaan menyelimuti remaja wanita bernama Ismi Ulfaida (16) asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Betapa tidak, Ismi terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026 setelah dinyatakan memenuhi syarat melalui proses verifikasi tingkat pusat yang dilakukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). “Informasinya saya dapatkan melalui youtube, saat diumumkan BPIP,” kata Ismi kepada wartawan, Senin (29/06/2026). Ismi merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Rahman dan Suburia, warga Desa Bonra, Kecamatan Mapilli. Ismi tercatat sebagai siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polman. Remaja kelahiran 11 Maret 2010 itu mengaku sama sekali tidak menyangka namanya masuk dalam daftar calon Paskibraka Nasional. Dia tak mampu menahan air mata ketika mendengar namanya disebutkan dalam pengumuman tersebut. "Saya tidak pernah menduga bisa terpilih. Waktu nama saya disebut, saya langsung menangis karena tidak percaya," tutur remaja yang hobby makan bakso itu. Perjalanan Ismi menuju tingkat nasional tidaklah mudah. Dia lebih dulu mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulbar di Mamuju bersama sekitar 90 peserta dari seluruh kabupaten. Dari proses tersebut, hanya enam orang yang dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi lanjutan di Jakarta. "Awalnya saya ikut seleksi di Mamuju. Setelah itu, ada enam peserta yang dipilih mewakili Sulbar untuk mengikuti seleksi di Jakarta," jelasnya. Selama menjalani tahapan seleksi di ibu kota, Ismi mengaku sempat merasa minder ketika bertemu peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, dia memilih terus berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik. "Saya selalu berdoa semoga bisa lulus. Sempat merasa ragu dan minder saat melihat peserta lain, tetapi saya tetap berusaha semaksimal mungkin," ucapnya. Keikutsertaan Ismi dalam seleksi Paskibraka bermula dari dorongan seorang anggota TNI yang melihat potensi dirinya. Dengan tinggi badan mencapai 172 sentimeter dan dinilai memiliki karakter yang sesuai, Ismi pun memutuskan menerima kesempatan tersebut. "Ada anggota TNI yang menyarankan saya ikut seleksi. Saya langsung menerima kesempatan itu," tutur remaja yang bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) tersebut. Bagi Ismi, keberhasilannya tidak lepas dari doa serta dukungan keluarga yang selalu memberikan semangat di setiap tahapan seleksi. Diua kini berharap dapat menjalani seluruh proses selanjutnya dengan lancar hingga sukses mengemban tugas sebagai Paskibraka Nasional 2026. "Alhamdulillah, semua ini berkat doa dan dukungan orang tua, saudara, dan keluarga. Saya juga berharap masyarakat ikut mendoakan agar saya bisa menjalani semua tahapan dengan baik," ucapnya. Sementara itu, sang ibu, Suburia, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Dia tidak pernah membayangkan putrinya akan mendapat kesempatan menjadi calon Paskibraka yang bertugas di Istana Negara. "Saya dan keluarga sangat bangga. Tidak pernah terpikir anak saya bisa sampai ke tahap ini. Mungkin ini memang rezekinya karena sejak awal dia sangat ingin bersekolah di Sekolah Rakyat," ungkapnya. Menurut Suburia, Ismi dikenal sebagai anak yang sabar, penurut, dan suka membantu orang tua. Saat dirinya bekerja, Ismi kerap mengurus pekerjaan rumah, mulai dari membersihkan rumah hingga memasak. "Kalau saya pergi kerja, dia yang mengurus rumah. Dia anaknya sabar, penurut, rajin membantu, dan jarang keluar rumah," bebernya. Suburia juga mengenang momen saat Ismi memutuskan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Keputusan itu sempat membuatnya sedih karena putrinya harus tinggal di asrama dan berpisah dari keluarga. "Waktu dia memilih masuk Sekolah Rakyat, saya sempat menangis karena harus berpisah. Setelah sekitar seminggu, baru hati saya mulai tenang," tutupnya. (thaya)      
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman