Mengenal Aco Polo, Pria Lumpuh Pemungut Buah Kelapa Asal Duampanua
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 9 Februari 2019 20:24 WITA
937 tayangan
2 menit baca
ANREAPI,- Hidup dalam keterbatasan fisik bukan alasan untuk menyerah pada hidup, seperti yang ditunjukkan Aco Polo (42 tahun), pria asal Dusun Batupapan, Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar.
Walau mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya, tidak membuatnya putus asa dalam menjalani hidup. Kendati harus merangkak dan menyeret kedua kakinya yang telah lama mengalami kelumpuhan, dia terus semangat bekerja kendati hanya sebagai pemungut buah kelapa.
Setidaknya dalam sehari, Aco Polo bisa menjual tiga ikat buah kelapa yang di pungut di halaman rumahnya, seharga seharga 1000 rupiah per ikat (dua buah).Walau hasil hasilnya tidak seberapa, Aco Polo tidak pernah berkecil hati, dia tetap bersyukur karena tuhan masih memberi jalan baginya untuk terus berusaha, dengan keterbatasan yang dimiliki.
Selain mengumpulkan buah kelapa, sehari-hari Aco Polo mengisi waktunya dengan menjadi guru mengaji bagi warga setempat. Pekerjaan ini dilakukan dengan ikhlas tanpa berharap imbalan.
Beruntung, Aco Polo merupakan satu dari sekian banyak guru mengaji di daerah ini yang mendapat insentif dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Walau Jumlahnya tidak seberapa, setidaknya bantuan tersebut sangat berarti bagi Aco Polo untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Dilansir dari pattae.com, kelumpuhan pada kedua kaki Aco Polo diketahui akibat terjatuh saat memanjat pohon kelapa. “Sejak jatuh, saat masih SD, kalo tidak salah Tahun 1989, pas setalah jatuh, tak bisa berjalan lagi sampai sekarang” Ungkap Aco Polo, kepada wartawan.
Sejak berusia 18 tahun, Aco Polo telah menjadi yatim piatu. Dalam menjalani hidup, di rumahnya yang sederhana, sehari-hari dia hidup bersama adiknya Parrang (40 tahun), yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Pengobatan sempat dilakukan di rumah sakit umum daerah Polewali Mandar, namun karena keterbatasn biaya, upaya untuk mendapat kesembuhan tersebut akhirnya terhenti “Saat itu (1992), sempat ke rumah sakit Polewali, dan diyatakan kemungkinan masih bisa berjalan tapi, pengobatan tidak dilajutkan, karena biaya tidak ada” ungkap Parrang.
Aco Polo sangat berharap, bisa mendapat perhatian dari pemerintah, setidaknya memberikan pelatihan keterampilan khusus bagi penyandang disabilitas seperti dirinya, agar kelak dapat bekerja dan membuka usaha mandiri, untuk meningkatkan pendapatan sehari-hari “Sangat besar harapan saya kepada Pemerintah, bisa memberikan perhatian lebih, khususnya memberikan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas seperti saya, agar kelak memiliki keahlian lebih untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi “ harapnya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.