Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kelas Reot di Bukit Harapan Polman, Tempat Murid Kelas Jauh SD DDI Toppong Merajut Mimpi

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 1 Agustus 2026 09:21 WITA 296 tayangan 6 menit baca
Kelas Reot di Bukit Harapan Polman, Tempat Murid Kelas Jauh SD DDI Toppong Merajut Mimpi
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pendidikan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
SEBUAH Bangunan tua terlihat berdiri di tengah kawasan perbukitan bernama Bukit Harapan. Kayu-kayunya mulai lapuk, dindingnya telah banyak terlepas, sementara sebagian bangunan tampak tak lagi kokoh. Dari dalam bangunan sederhana itu terdengar suara riuh sejumlah anak. Ada yang sedang membaca, mengeja huruf dan suara guru yang menerangkan materi pelajaran. Bangunan yang tampak sudah terbengkalai itu bukanlah sebuah gudang. Melainkan, ruang kelas jauh SD DDI Toppong, yang berada di Dusun Seppong Batu, Desa Landi Kannusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kelas jauh ini sengaja dibentuk untuk mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pedalaman tersebut. Jarak yang jauh dari sekolah induk membuat masyarakat setempat berinisiatif mendirikan tempat belajar secara swadaya. Untuk mendukung proses belajar mengajar, warga setempat bergotong royong membangun kelas berukuran sekira 3x5 meter. Kelas yang terbuat dari kayu itu dibangun pada tahun 2012 silam. Kala itu, bangunan sederhana tersebut menjadi harapan agar anak-anak di kawasan ini tetap bisa bersekolah tanpa harus berjalan jauh menembus kawasan hutan. Namun, seiring berjalannya waktu. Kondisi bangunan tersebut mulai rusak alami kerusakan hingga terancam roboh. Tiang-tiang kayu mulai rapuh, sejumlah dindingnya mulai terlepas, bahkan dari dua ruang belajar yang pernah digunakan, kini hanya satu yang masih dapat ditempati. Kondisi tersebut diperparah saat hujan deras maupun angin kencang menerjang kawasan perbukitan ini. Bangunan kelas yang terancam ambruk itu kerap bergoyang hingga membuat para orang tua murid merasa cemas karena ketakutan. "Kita takut, apalagi kalau ada angin kencang atau hujan deras. Kita takut... tapi mau mi diapa," ujar salah seorang orang tua murid, Rusmiati kepada wartawan, Jumat (31/07/2026). Meski dihantui rasa was-was setiap hari, Rusmiati dan para orang tua lainnya tidak punya pilihan lain. Sebab, sekolah terdekat berada cukup jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan. Namun, di balik segala keterbatasan itu, semangat belajar anak-anak di daerah ini tidak pernah surut. Salah satunya Nur Aisyah, siswi kelas III yang tetap datang ke sekolah meski sadar bangunan tempatnya belajar nyaris roboh dan membahayakan keselamatannya. Baginya, bangunan kelas yang nyaris ambruk itu merupakan jalan bagi semua anak di daerah ini menapaki jalan untuk menggapai cita-cita. "Tidak takut, tapi harapannya kelasnya bisa diperbaiki supaya kami bisa lebih tenang dan nyaman saat mengikuti proses belajar," ucap gadis cilik yang bercita-citan menjadi dokter itu. [caption id="" align="alignnone" width="1000"] Foto : Suasana belajar kelas jauh SD DDI Toppong, Jumat (31/07/2026).[/caption] Semangat belajar anak-anak juga menjadi alasan bagi guru di sekolah ini untuk tetap bertahan mengajar, meski dengan segala keterbatasan. Guru SD DDI Toppong, Darmawati, menuturkan, kelas jauh tersebut kini menampung sekitar 14 murid dari kelas I hingga VI. Keterbatasan akses pendidikan bahkan membuat seorang anak taman kanak-kanak dan seorang siswa SMP turut memanfaatkan bangunan tersebut. Mereka memilih belajar di tempat itu karena sekolah lain berada terlalu jauh dari permukiman warga. "Kasihan kalau sampai tidak sekolah. Sekolah lain jauh dan harus melewati hutan, apalagi kalau anak-anak harus berjalan sendirian," Darmawati. Tak hanya bangunan yang membutuhkan perhatian. Ketersediaan tenaga pengajar juga menjadi persoalan yang belum teratasi. Darmawati mengaku menjadi satu-satunya guru yang mengajar di kelas jauh tersebut. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar kerap terpaksa diliburkan jika dirinya berhalangan hadir. “Harapan ditambah juga guru.  Karena kalau saya berhalangan hadir otomatis anak-anak tidak belajar atau diliburkan karena tidak ada guru lain,” pintanya. Pemkab Polman respon kondisi kelas jauh SD DDI Toppong Pasca ramai diberitakan media hingga viral di media sosial, pemerintah kabupaten (Pemkab) Polman langsung merespon kondisi kelas jauh SD DDI Toppong. Kepala Dinas Pendidikan Polman Arifin Yambas bersama jajarannya turun langsung ke lokasi, Jumat (3107). Kedatangan mereka untuk melihat kondisi bangunan sekaligus memastikan keamanan para murid yang selama ini memanfaatkan bangunan tesebut sebagai tempat belajar. “Hari ini kami bawa kepala bidang sarana, bawa kasi sarana SD untuk bagaimana bisa membantu sarana ini agar bisa ditempati belajar dengan baik. Karena memang layak dibantu,” ujarnya. Arifin mengatakan, Bupati Polman Samsul Mahmud telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan di daerah ini berada dalam kondisi baik. Instruksi itu tidak hanya menyangkut bangunan sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapatkan hak pendidikan, termasuk kondisi guru dan kepala sekolah. “Bupati menginstruksikan untuk memasktikan kondisi sarana dan prasarana sekolah. Memastikan anak-anak belajar dengan baik, keadaan guru, keadaan kepala sekolah. Terus memastikan anak-anak di wilayah terpencil semakin berkurang yang tidak bersekolah,” bebernya. [caption id="" align="alignnone" width="1000"] Foto : Kepala Dinas Pendidikan Polman Arifin Yambas memantau kondisi kelas jauh SD DDI Toppong, Jumat (31/07/2026).[/caption] Terkait langkah konkret pemerintah mengatasi persoalan kelas jauh SD DDI Toppong, Arifin berharap bangunan lama tersebut tidak sekadar direhabilitasi. Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah terlalu rusak membuat pembangunan ruang kelas baru menjadi pilihan yang lebih tepat. Terlebih, lokasi kelas jauh tersebut berdiri di atas tanah yang telah dihibahkan oleh warga. Meski begitu, dia belum bisa memastikan kapan proses pembangunan itu akan dilakukan. Diakui, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin turut membantu pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. “Kalau kita lihat, kalau direhab salah-salah, jadi sekalian pembangunan gedung baru saja. Apalagi sudah jelas statusnya tanah, pihak yang punya lokasi ini sudah menghibahkan,” ucap Arifin. “Tapi memang sangat diharapkan partisipasi masyarakat, siapa saja masyarakat mau membantu dipersilahkan semuanya. Karena persoalan pendidikan ini bukan persoalan pemerintah saja, tapi persoalan semua,” sambungnya. Arifin juga memastikan SD DDI Toppong tetap berpeluang mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah meski statusnya sekolah swasta. Apalagi Sekolah tersebut telah tercatat dalam sistem pendidikan nasional. “Bisa karena ini sudah terdaftar di dapodik (data pokok pendidikan) dan NPSN (Nomor pokok sekolah nasional),” pungkasnya. Salah satu tokoh masyarakat Dusun Seppong Batu, Ismail berharap rencana pembangunan kelas baru dapat segera direalisasikan. Sebab, kondisi kelas yang tidak layak kerap menjadi alasan sehingga sejumlah anak-anak di daerah ini bersekolah. “Semoga saja pemerintah memberi perhatian, agar sekolah ini dapat segera memiliki kelas yang lebih layak. Karena selama ini banyak anak-anak yang malas ke sekolah karena kondisi bangunannya rusak parah,” pungkasnya. Bagi belasan anak yang setiap hari datang membawa tas di punggung mereka, bangunan tua di sudut Bukit Harapan ini menjadi ruang yang menjaga mimpi mereka tetap hidup. Meski percaya masa depan tidak ditentukan oleh megahnya ruang kelas, mereka tetap berharap bisa merasakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai layaknya di tempat lain. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman