Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Melihat Keindahan Kawasan Wisata Sarung Allo di Pappandangan - Polman   

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 2 Januari 2021 22:10 WITA 874 tayangan 3 menit baca
Melihat Keindahan Kawasan Wisata Sarung Allo di Pappandangan - Polman    
Foto ilustrasi / Dokumentasi Wisata - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
ANREAPI,- Jelang berakhirnya liburan panjang tahun baru, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), ramai dikunjungi warga. Salah satunya, kawasan wisata alam Sarung Allo, yang terletak di Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi. Tempat wisata yang berjarak sekira 9 kilometer dari ibu kota Kabupaten Polman ini, menawarkan keindahan alam sungai pappandangan yang berbatu. Airnya jernih dan terasa dingin, seakan mampu membuat para pengunjung untuk berlama-lama merasakan kesegarannya. Pada sisi kiri kanan sungai, terdapat pepohonan besar dengan daunnya yang rimbun. Cocok sebagai tempat bernaung dan bersantai bersama keluarga, sambil merasakan kesegaran air yang mengalir, ataupun sekedar mendengar suara air, yang terasa mampu merelaksasi pengunjung dari kepenatan rutinitas kerja sehari-hari. Selain kaya akan keindahan panorama alam, tempat wisata sarung allo juga memiliki sejumlah spot foto yang instagramable. Sangat cocok, buat pengunjung yang hobby selfie. Kawasan wisata sarung allo dapat dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sepanjang perjalanan menuju kawasan wisata alam sarung allo, mata pengunjung dimanjakan dengan keindahan pemandangan khas pedesaan, yang menawan. Tarif masuk  yang dikenakan pengelola untuk setiap pengunjung kawasan wisata alam sarung allo, masih terbilang murah, hanya 2000 ribu rupiah untuk setiap pengunjung. Salah satu pengelola Hardi menjelaskan, penamaan sarung allo diberikan, lantaran pada zaman dahulu, daerah ini sering dijadikan tempat menjemur sarung milik raja atau bangsawan, “ Kalau penamaan sarung allo, itukan awalnya dari zaman kerajaan, dia tempati itu di sana menjemur sarung, sedangkan allo itu matahari, akhirnya dikatakan sarung allo, “ terang Hardi kepada wartawan, Sabtu (02/01/2021). Menurut Hardi, kawasan wisata sarung allo resmi dibuka sejak enam tahun yang lalu, “ Ini sudah berjalan sekitar enam tahun, mulai dari tahun 2014, “ ungkapnya. Diakui, sejak pandemi virus corona melanda, angka kunjungan warga ke tempat wisata ini alami penurunan yang cukup drastis, “ Sejak corona ini ada penurunan pengunjung, kami selaku pengelola merasakan beda dengan sebelum corona, karena sejak corona tempat wisata kurang aktif, “ terang Hardi. Kendati berharap angka kunjungan wisatawan bisa normal kembali, Hardi mengaku, selama pandemi selalu mengingatkan para pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah penularan virus corona, “ Kami sebagai pengelola, sering menyampaikan kepada pengunjung, jika kita harus mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan kemudian menjaga jarak, “ terangnya. Walau memiliki potensi keindahan alam, sayangnya tempat wisata sarung allo belum dikelola secara maksimal. Hal tersebut terlihat dengan minimnya fasilitas pendukung seperti gazebo. Beberapa fasilitas umum, salah satunya toilet juga tampak tidak terawat bahkan rusak. Pelataran parkir untuk kendaraan untuk roda dua maupun roda empat juga kurang memadai, sempit dan becek. Perhatian pemerintah setempat sangat diharapkan pengelola, agar pengembangan tempat wisata sarung allo ini dapat dimaksimalkan, agar kelak dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman