Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Malang, Pria Campalagian Menahun Sakit di Rumahnya Tanpa Pengobatan Medis

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 14 Januari 2022 19:31 WITA 794 tayangan 3 menit baca
Malang, Pria Campalagian Menahun Sakit di Rumahnya Tanpa Pengobatan Medis
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
CAMPALAGIAN,- Nasib malang dialami Rusdi (39 tahun), warga Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah dua tahun lamanya, ia hanya dapat terbaring lemah di rumahnya, karena menderita penyakit yang tidak terobati akibat belitan kemiskinan. Sehari-hari, Rusdi tinggal berdua dengan ayahnya Waris (65 tahun) di rumahnya, di Dusun Babatoa, Desa Lapeo. Beberapa tahun lalu sebelum kondisinya seperti sekarang, Rusdi mengaku pernah memeriksakan diri ke dokter yang memvonisnya menderita penyakit Gula Kering. “Saya berhenti berobat karena kondisi ekonomi. Saya terakhir berobat di Rumah Sakit Polewali. Awalnya saya masih bisa jalan, beberapa hari kemudian pas obatnya sudah habis, kondisi saya sudah seperti sekarang. Saya mau berobat tapi sudah tidak ada uang,”ungkap Rusdi kepada wartawan di rumahnya, Jumat (14/01/2022). Kendati terdaftar sebagai penerima Jaminan Kesehatan Nasional, Rusdi mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk mendapat kesembuhan. Sebab, ia tidak memiliki uang untuk membiayai keluarga yang akan membantunya, jika menjalani perawatan di rumah sakit. “Mungin biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah, tetapi selama dirawat dirawat di rumah sakit harus ada yang jaga, itu butuh biaya, sementara saya sudah tidak punya uang,”ungkap pria satu anak ini. Karena hanya mendapat perawatan seadanya, membuat kondisi Rusdi semakin memprihatinkan. Sepanjang hari ia hanya dapat terbaring, bergerak seperlunya jika ingin mandi ataupun buang kotoran. Kedua kakinya kerap terasa sakit, memaksanya merangkak jika ingin berpindah tempat. Rusdi juga mengaku mengalami masalah pencernaan, hingga membuat tubuhnya semakin kurus layaknya tengkorak terbungkus kulit. “Yang terasa sakit itu bagian bawah, kedua kaki saya selalu sakit, saya hanya bisa merangkak. Pencernaan saya juga ada masalah. Terkadang makanan yang saya konsumsi keluar begitu saja tanpa saya sadari,”ujarnya Karena itu, Rusdi sangat berharap perhatian dari semua pihak, untuk membantu biaya pengobatan, agar segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. “Saya sangat berharap ada bantuan, saya ingin sembuh agar bisa bekerja seperti sedia kala,”pintanya. Harapan serupa disampaikan sang ayah Waris. Ia mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk membantu biaya pengobatan anaknya. Pasalnya, penghasilan yang diperoleh sebagai tukang kayu, terkadang hanya cukup untuk penuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak jarang, Waris harus meninggalkan Rusdi sendiri di rumahnya. “Kalau saya harus kerja, terkadang dia (Rusdi) sendirian di rumah. Saya tidak bawa ke rumah sakit karena tidak ada biaya. Penghasilan sebagai tukan juga tidak cukup, hanya bisa berharap bantuan,”tuturnya lirih. Terpisah, Kepala Desa Lapeo Noor Irwandi Yusuf mengaku telah mengupayakan, agar Rusdi segera menjalani perawatan di rumah sakit.  Menurutnya, sejumlah dermawan dan relawan telah memberikan perhatian, untuk membantu biaya yang dibutuhkan Rusdi selama menjalani perawatan di rumah sakit. (Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman