Selasa, 14 Mei 2019 19:21 WITA
1,198 tayangan
3 menit baca
POLEWALI,- Nasib malang ini dijalani Hamma Ali (60 tahun), Warga Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.
Diusianya yang sudah tidak lagi muda dengan kondisi fisik yang kerap sakit-sakitan, ayah tiga anak ini, harus menjalani hidup seorang diri. Ketiga anaknya telah berkeluarga dan tinggal di tempat lain, sementara sang istri juga telah meninggalkannya.
Sejak lima tahun lamanya, sehari-hari Hamma Ali tinggal dalam gubuk reot, yang diakui dibeli seharga tiga ratus ribu rupiah menggunakan uang yang terkumpul dari hasil mengayuh becak.
Kondisi gubuk berukuran tiga kali lima meter ini, juga jauh dari kata layak sebagai tempat tinggal bahkan nyaris ambruk. Selian hanya beratapkan rumbia yang sudah bolong, gubuk yang masih berlantai tanah ini menggunakan dinding yang berbahan papan bekas bercampur pelepah daun rumbia dan bambu yang sudah lapuk serta hanya dilapisi menggunakan baliho usang.

Tak terlihat satupun barang berharga dalam gubuk pria yang dulunya berprofesi sebagai pengayuh becak ini, hanya ada sebuah kasur dan kelambu usang, serta beberapa buah perlengkapan makan.
“ Kalau hujan apalagi ada angin kencang, saya hanya bisa berdoa agar gubuk saya ini tidak hancur, saya tidak tau harus bagaimana kalau sampai gubuk ini hancur, kalau soal kehujanan itu sudah biasa bagi saya “ ujar Hamma Ali kepada wartawan, yang berkunjung Selasa sore (14/05/19).
“ Walaupun memiliki anak yang telah berumah tangga sendiri, saya enggan tinggal dengan mereka karena takut merepotkan, saya lebih nyaman tinggal sendiri di gubuk ini walau kondisinya memprihatinkan “ sambung Hamma Ali lirih.

Sejak beberapa tahun terakhir, Hamma Ali mengaku terpaksa berhenti bekerja sebagai pengayuh becak dan hanya dapat berdiam diri di gubuk lantaran menderita penyakit. Walau telah melakukan pengobatan, diakui penyakit yang diderita belum juga sembuh.
“ Tidak jelas sakitnya apa, ada yang bilang penyakit gula tapi orang lain bilang bukan, saya sudah berusaha berobat tapi sampai sekarang masih belum ada perubahan “ ungkapnya.
Lantaran tidak dapat lagi bekerja seperti biasanya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Hamma Ali sangat menggantungkan hidup dari bantuan orang lain, “ Syukur Alhamdulillah, selain anak masih ada warga yang peduli dengan kondisi saya yang kerap berkunjung untuk memberikan perhatian “ akunya.
Selain itu, Hamma Ali juga mengaku masih mendapat bantuan rutin berupa beras rastra (beras untuk keluarga pra sejahtera) dari pemerintah setempat.
Sejak beberapa hari terakhir, kondisi Hamma Ali yang hidup memprihatinkan viral pada sejumlah media sosial. Banyak yang memberikan komentar prihatin atas kondisi yang dijalaninya, dan tidak sedikit yang mengajak menggalang bantuan untuk meringankan beban pria lansia malang ini.

Salah satunya dari Komunitas Peduli Sesama Mandar Siasayangngi, yang menyempatkan berkunjung dan memberikan bantuan bahan pokok untuk pria malang ini.
“ Walaupun jumlahnya tidak seberapa, kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban sehari-hari, khususnya di bulan suci Ramadhan ini “ pungkas salah seorang relawan peduli sesama, Riska. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
