Pria Lansia Ditemukan Tewas Dalam Saluran Air Penuh Sampah di Polman, Korban Diduga Terseret Arus
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 23 Desember 2024 07:34 WITA
435 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pria bernama Saurang (71) ditemukan tewas dalam saluran air yang penuh sampah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban diduga tewas akibat terseret arus.
“Korban diduga meninggal dunia karena terbawa arus,” kata Kapolsek Tinambung Iptu Haspar dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).
Kabar penemuan mayat yang gegerkan warga itu terjadi di Lingkungan Lamasariang, Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, Minggu petang (22/12) sekira pukul 18.00 wita. Lokasi tempat mayat ditemukan menjadi saluran air saat curah hujan tinggi.
“TKP (tempat kejadian peristiwa) merupakan jalur aliran air ketika curah hujan tinggi,” ujar Haspar.
Menurut Haspar, mayat korban pertama kali ditemukan warga setempat yang hendak mencari pakan ternak di kebun. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi tengkurap di tengah sampah yang ikut terbawa arus.
“Korban ditemukan warga setempat yang mencari batang pisang untuk keperluan makanan ternak sapi. Separuh badan korban tertimbun oleh sampah dan ranting, kemudian saksi melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Tinambung,” terangnya.
Lebih lanjut Haspar mengungkapkan, korban sudah meninggalkan rumah, Selasa (17/12). Pihak keluarga telah melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan korban.
“Pihak keluarga sempat mendapat informasi jika korban berada di desa Batulaya dan desa Tammajarra. Setelah pihak keluarga mendatangi lokasi yang dimaksud, korban tidak berada di tempat,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, Haspar menyebut korban mengidap penyakit stroke. Korban juga kerap dilarang meninggalkan rumah namun diabaikan.
“Menurut keterangan dari keluarga bahwa korban mengidap penyakit stroke, korban sering kali meninggalkan rumah meskipun sudah diperingatkan oleh pihak keluarga,” tuturnya.
Dia menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban. Rencananya, korban akan dikebumikan hari ini, di tempat pemakaman umum setempat.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Korban rencana akan dikebumikan hari ini,” pungkas Haspar. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
