Kunjungi Desa “Marasa”, Gubernur Dialog Murid Belajar Luring
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 25 Agustus 2020 21:23 WITA
759 tayangan
2 menit baca
SEJUMLAH anak warga Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa yang sedang mengikuti pembelajaran luring (luar jaringan) di aula sebuah bangunan desa, diajak berdialog oleh Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar.
Kepada Gubernur, anak-anak usia SD itu mengaku kesulitan belajar dengan cara yang tidak biasa selama masa pandemi Covid-19, “ Kita sulit belajar cara begini, pak. Tidak sama sebelum corona,”, keluh seorang anak.
Mendengar keluhan para calon generasi penerus itu, Ali Baal Masdar berharap mereka tetap bersemangat. Berusaha membiasakan diri dengan cara belajar yang tidak biasa selama masa pandemi Covid-19, “ Untuk sementara usahakan bisa membiasakan diri. Kalian harus bersemangat dengan cara yang tidak biasa. Ikuti petunjuk gurunya, belajar sambil tetap menjaga kesehatan, supaya tidak tertular corona,” kata Ali Baal Masdar.
Sambil berjongkok di samping peserta belajar luring yang melantai, mantan Bupati Polewali Mandar dua periode itu mengajukan beberapa pertanyaan sederhana. Sedangkan Bupati Mamasa Ramlan Badawi yang mendampingi Gubernur, berpesan kepada anak-anak supaya selalu memakai masker, jaga jarak, hindari berkerumun, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
Dialog Gubernur Sulbar degan peserta pembelajaran luring itu, dilakukan disela-sela peninjauan ke Desa Tondokbakaru, sebagai salah satu desa lokasi program “Marasa” Pemprov Sulbar di Kabupaten Mamasa, Senin (24/08/20) kemarin.
Aula yang dimanfaatkan anak-anak desa belajar luring, menurut Kepala Dinas PMD Sulbar, Jaun, merupakan bantuan Pemprov melalui program desa “Marasa”. Selain itu, pengadaan internet desa, dan sebagai desa unggulan program kepariwisataan desa "Marasa".
Di aula sederhana bangunan yang terletak di tengah persawahan, Gubernur memeroleh informasi dan laporan kepala desa setempat. Desa Tondokbakaru yang terletak sekira dua kilometer dari Kota Mamasa, membutuhkan perhatian untuk menunjang pengembangan sektor kepariwisataan. Di antara kebutuhan mendesak, adalah infrastruktur jalan. Pengembangan sektor kepariwisataan di Desa Tondokbakaru, khususnya wisata anggrek diharap berkembang lebih cepat dengan infrastruktur jalan untuk kemudahan transportasi. (emdanial)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
