Kodim Mamuju Gelar Vaksinasi Serentak Dukung Program Pemerintah
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 17 Juli 2021 11:21 WITA
558 tayangan
2 menit baca
MAMUJU- Komando Distrik Militer (Kodim) 1418 Mamuju, Sulawesi Barat menggelar vaksinasi massal secara masif ditujukan kepada semua warga, Minggu (04/07/2021) di halaman Markas Kodim Mamuju. Program pemerintah ‘Serbuan Vaksinasi’, ini didukung TNI sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19.
Menurut Komandan Kodim (Dandim), Kolonel (Inf) Tri Aji Sartono, vaksinasi massal dikebut secara maraton selama empat hari di halaman Makodim. Hal itu merupakan wujud dukungan penuh TNI terhadap program ‘Serbuan Vaksinasi’ untuk mencegah penularan corona.
”Hari ini adalah vaksinasi hari keempat yang kita laksanakan. Di mana, pada tanggal 1 itu kita laksanakan di Makodim, Kalukku, dan Mamuju Tengah. Terus hari kedua di Mamuju Tengah dan Rangas. Selanjutnya hari ketiga kembali di Mamuju Tengah dengan di Tapandullu, dan hari keempat kembali di Makodim, Tapalang, Sampaga, Papalang, dan Bonehau,” terang Tri Aji Sartono.
Dia mengatakan, untuk Kodim Mamuju sebanyak 1.200 vaksin diberikan kepada seluruh lapisan warga Mamuju di lingkungan Kodim 1418. Masyarakat, kata Tri Aji Sartono, antusias menjadi peserta vaksinasi sebagai salah satu cara melindungi diri dari pandemi.
“Alhamdulillah di hari keempat ini antusiasme masyarakat untuk divaksin bertambah. Ini menandakan kesadaran masyarakat yang sadar perlunya vaksin, dan itu tidak terlepas dari peran para babinsa memberikan imbauan ke masyarakat supaya sadar imun, karena vaksin meningkatkan kekebalan tubuh, dan itu artinya para babinsa sudah bekerja di lapangan,” urainya.
Meski demikian, kilah Tri Aji Saartono, pihaknya tetap akan membantu terus menerus mengimbau masyarakat soal pentingnya vaksinasi untuk membantu Dinas Kesehatan, sekalipun ‘Serbuan Vaksinasi’ Kodim 1418 Mamuju sudah berakhir.
Di tengah menunggu giliran, seorang warga di halaman Kodim 1418 Mamuju ketika ditanya pendapatnya tentang vaksinasi menyebut dirinya sempat ragu-ragu. Apalagi sering mendengar informasi tidak jelas efek setelah divaksin.
“Awalnya sempat ragu dan takut karena selalu mendengar setelah divaksin ada yang kejang-kejang, ada yang lumpuh. Namun, setelah mendapat penjelasan melalui aparat pentingnya vaksin bagi tubuh, saya memutuskan untuk datang ke sini (Kodim, red),” kata Baharuddin semringah. (sur/red)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.