Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

KM Nusantara Laut 21 Asal Selayar Tenggelam di Perairan Majene, Seluruh Awak Selamat

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 25 Juli 2026 18:36 WITA 247 tayangan 2 menit baca
KM Nusantara Laut 21 Asal Selayar Tenggelam di Perairan Majene, Seluruh Awak Selamat
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Kapal Motor (KM) Nusantara Laut 21 asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), setelah mengalami kebocoran. lima awak kapal yang sempat terombang ambing di laut berhasil diselamatkan seorang nelayan pencari telur ikan terbang.
 “Lama mengapung, mungkin ada sekitar dua jam baru ada nelayan pencari telur yang melintas dan melihat para korban,” kata Kapolsek Tinambung, AKP Ramli kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (25/07/2026).
Kelima awak kapal ditemukan mengapung di perairan Majene, sekitar 35 mil dari garis pantai, pada Jumat (24/07) sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka masing-masing Ramli (26), Bule (25), Iswandi (26), Albar (16), dan Anto (15).
Lanjut Ramli menjelaskan, kapal tersebut berlayar dari Kabupaten Kepulauan Selayar beberapa hari sebelumnya. Namun, dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran hingga air terus masuk ke dalam badan kapal, Jumat pagi (24/7).
Setelah mesin kapal mati, sang kapten bernama Ramli berupaya mengarahkan kapal mendekati daratan dengan mengikuti arah angin.
“Untuk kronologi singkat, itu kan kapal berlayar dari Selayar beberapa hari yang lalu, namun pada saat berlayar kapal bocor. Kaptennya bernama Ramli mengambil sikap bagaimana kapal yang terus kemasukan air bisa terus bergerak karena mesin sudah tidak bisa digunakan juga,” terangnya.
“Makanya kapten kapal tembakannya lari ke arah majene karena ikut arah angin,” sambung Ramli.
Menurut Ramli, kelima awak kapal baru menyelamatkan diri setelah kondisi kapal hampir sepenuhnya tenggelam. Mereka kemudian melompat ke laut dengan menggunakan rompi pelampung, jeriken, dan gabus.
“Begitu kapal tinggal kepalanya yang belum tenggelam, para awak langsung melompat ke dalam laut menggunakan rompi, jeriken sama gabus sambil menunggu pertolongan,” tuturnya.
Dia menyebut semua awak diselamatkan seorang nelayan bernama David (32) yang sedang mencari telur ikan terbang. David kemudian mengevakuasi para awak menuju pesisir pantai Babarura di Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
“Sekitar dua jam setelah melompat dari kapal, ada nelayan yang lewat lalu memberikan pertolongan. Mereka langsung dieakuasi ke Tangnga-Tangnga,” ucapnya.
Ramli mengatakan, seluruh awak kapal dalam kondisi sehat. Setelah dievakuasi, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter.
“Setelah dievakuasi kami langsung datangkan dokter untuk melakukan pemeriksaan. Alhamdulillah tidak ada yang sampai diopname, semuanya sudah diberi vitamin,” ungkapnya.
Rencananya, kelima awak kapal akan dipulangkan ke kampung halaman mereka di Selayar paling lambat Minggu (26/07).
“Rencananya kalau bukan hari ini mungkin besok kita carikan kendaraan untuk pulang ke selayar,” tutup Ramli. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman