Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kisah Pelajar SMP di Mapilli Jualan Sayur Sebelum ke Sekolah

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 1 Oktober 2022 17:02 WITA 1,073 tayangan 2 menit baca
Kisah Pelajar SMP di Mapilli Jualan Sayur Sebelum ke Sekolah
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pendidikan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAPILLI,- Seorang pelajar SMP bernama Haikal (14 tahun) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), setiap hari berjualan sayur keliling sebelum berangkat ke sekolah. Dirinya rela berjalan kaki sejauh ratusan meter sambil menjajakan sayur jualannya demi meringankan beban sang ibu tercinta. “Saya kasihan lihat mama, saya takut kalau mama kelalahan soalnya harus mendorong (gerobak),”kata Haikal saat dijumpai wartawan, Sabtu (01/10/2022). Haikal merupakan bungsu dari dua bersaudara, pasangan Husni (43 tahun) dan Abdul Latip (60 tahun), warga Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli. Haikal berjualan sayur keliling menggunakan gerobak dorong, yang biasanya dimanfaatkan warga untuk mengangkat pasir ataupun semen. Haikal mengaku tidak pernah merasa malu ketika harus membagi waktunya untuk berjualan sayur. Dirinya justru bangga dan bersyukur, upayanya meringankan beban orang tua, mendapat banyak dukungan termasuk dari teman-temannya di sekolah. “Saya tidak malu, justru saya senang bisa membantu orang tua, apalagi teman-teman bahkan guru di sekolah memberi jempol, karena saya mau berusaha untuk meringankan beban orang tua,”tutur Haikal yang saat ini duduk di bangku kelas III SMP. Setiap hari, Haikal mengaku harus bangun sepagi mungkin, untuk mempersiapkan segala kebutuhan, termasuk sayur mayur yang akan dijajakan bersama sang ibu, sebelum ke sekolah. “Makanya setiap hari harus bangun lebih pagi, sholat kemudian mandi lalu menyiapkan segala kebutuhan, termasuk untuk sekolah, setelah itu baru berangkat bersama mama berjualan, setelah itu kembali ke rumah untuk persiapan ke sekolah,”terangnya. Meski harus membantu sang ibu berjualan, Haikal tidak pernah mengabaikan tugas sebagai seorang pelajar. Oleh karena itu, sepulang sekolah, dirinya tetap berupaya meluangkan waktu untuk mengulang setiap pelajaran. “Saya tetap belajar, sepulang sekolah dan saat waktu senggang, saya luangkan waktu untuk belaajr, mengulang kembali pelajaran di sekolah, setelah itu baru saya bantu orang tua, termasuk membersihkan rumah,”ungkap remaja yang bercita-cita menjadi seorang polisi. Sementara itu, sang ibu Husni mengaku jika aktivitas Haikal yang mendampinginya berjualan sayur telah dilakukan sejak setahun terakhir. Tidak hanya berjualan, Husni mengaku jika sore hari, Haikal juga membantunya mencari sayur mayur. “Sudah hampir setahun begini (jualan sayur keliling), memang sejak dulu dia (Haikal) selalu bantu saya, termasuk untuk urasan di rumah, sepulang sekolah, biasanya dia juga yang mencari sayur untuk dijual,”tandas Husni tersenyum. Diketahui, Haikal merupakan salah satu pelajar dari keluarga kurang mampu. Ayahnya berkeja sebagai pengemudi becak motor dengan upah pas-pasan. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman