Ketua KPPS Tologo Polman Dirawat Inap karena Kelelahan usai Kembalikan Logistik Pemilu
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 17 Februari 2024 09:09 WITA
1,286 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) bernama Dewi Santika (24) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, harus jalani perawatan karena tetiba merasa pusing disertai muntah. Dia diduga kelelahan usai mengembalikan logistik Pemilu 2024.
"Kelelahan, akhirnya pusing dan muntah," kata Kapolsek Allu AKP Andi Rady kepada wartawan, Sabtu (17/02/2024).
Saat ini Dewi masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Alu, Kecamatan Alu. Dia dilarikan ke Puskesmas Jumat kemarin (16/02) sekira pukul 11.30 Wita.
Dewi diketahui mulai merasa tidak enak badan ketika proses mengantar logistik pemilu menuju Sekretariat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Alu di Kecamatan Alu, Jumat (16/02).
"Pas dia (Dewi) bawa logistik sudah merasa tidak enak badan, tapi dia paksakan selesaikan tugas antar logistik sebagai bentuk tanggung jawab," ungkap Rady.
Rady mengatakan, proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS Dusun Tologo, Desa Puppuring, tempat Dewi bertugas memang berlangsung lama, 2 hari 2 malam.
Setelah itu, Dewi harus melalui medan berat saat mengantar logistik pemilu dari TPS di Dusun Tologo menuju sekretariat PPK Alu.
"Proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS nya berlangsung 2 hari 2 malam ditambah perjalanan yang dilalui cukup berat, karena medannya setengah mati. Mungkin itu yang menjadi salah satu penyebab sehingga dia drop," terang Rady.
Dia mengimbau seluruh petugas KPPS untuk memperbanyak istirahat dan minum air putih serta mengkonsumsi vitamin, untuk mengembalikan kebugaran tubuh.
"Kami cuma menghimbau agar mereka menjaga kebugaran tubuh dengan memanfaatkan waktu luang untuk istirahat, serta memperbanyak minum air putih dan konsumsi vitamin," pungkas Rady. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.