Keteguhan Hati Satgas TMMD di Polman, Sulap Jalan Beton Jadi Tempat Ibadah
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 27 Februari 2026 10:21 WITA
138 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Meski harus melaksanakan tugas di tempat yang jauh dari pemukiman warga, tidak membuat anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), melupakan kewajiban untuk beribadah. Anggota Satgas yang beragama Islam tetap menjalankan ibadah sholat berjamaah dengan memanfaatkan sarana seadanya di lokasi sasaran.
Seperti yang dilakukan sejumlah anggota Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman di Jalan Poros Bulo-Lenggo, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kamis (26/02) kemarin. Mereka menyulap jalan beton menjadi tempat ibadah.
Dengan beralaskan pakaian dinas yang digelar di atas permukaan beton, para prajurit itu khusyuk menunaikan kewajiban di tengah keterbatasan fasilitas. Sebab bagi mereka, ibadah bukanlah hal yang menghambat tugas, melainkan sumber kekuatan dan fokus agar pekerjaan dilakukan dengan lebih baik.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran keseharian prajurit di lokasi TMMD. Selain membangun akses jalan rabat beton untuk membuka keterisolasian warga, mereka juga tetap menjaga kewajiban spiritualnya.
Di tengah medan berat dan jarak yang jauh dari fasilitas umum, semangat pengabdian dan keteguhan ibadah berjalan beriringan. Jalan yang mereka bangun bukan hanya membuka akses bagi masyarakat, tetapi juga menjadi saksi dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas dan keyakinan.
Komandan SSK TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Subarkah mengungkapkan kendala sehingga anggota Satgas memilih menjalankan ibadah di lokasi sasaran. Selain karena jarak menuju sarana ibadah di perkampungan terdekat cukup jauh, akses jalan yang harus dilalui juga sangat terjal.
“Jarak kita ke kampung yang ada rumah atau sarana ibadah sekitar 6 kilometer. Jadi saat waktu sholat tiba, anggota melaksanakannya di lokasi kerja,” ujarnya.
Subarkah mengungkapkan, dalam kondisi penugasan yang terpenting adalah memastikan tempat yang digunakan untuk melaksanakan ibadah bersih dan suci.
“Di bulan Ramadhan ini anggota tetap melaksanakan sholat meski di atas cor. Dalam penugasan, kita tidak melihat tempat, yang penting diyakini bersih dan suci, di situ kita sholat,” pungkasnya. (zik/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
