Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kerap Mengamuk, Lansia di Wonomulyo Dibiarkan Hidup Dalam Gubuk Reot

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 20 Mei 2019 16:41 WITA 1,252 tayangan 2 menit baca
Kerap Mengamuk, Lansia di Wonomulyo Dibiarkan Hidup Dalam Gubuk Reot
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO ,- Diusianya yang tidak lagi muda, Dannari (92 tahun), warga Dusun Puccero, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, harus menjalani hidup dengan kondisi memprihatinkan. Bagaimana tidak, sudah beberapa tahun lamanya, setiap hari ibu dari dua anak ini seorang diri harus tinggal di gubuk berukuran 3x3 meter yang nyaris ambruk. Gubuk ini tidak sekedar tempat bagi Dannari untuk tidur serta bernaung dari panas dan hujan, tetapi juga tempat utama baginya untuk melakukan semua aktifitas sehari-hari, mulai dari makan, mandi hingga buang kotoran sekalipun. Kendati gubuk ini hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah anaknya, pihak keluarga mengaku terpaksa membiarkan Dannari tinggal seorang diri di gubuk dengan kondisi memprihatinkan ini, lantaran kerap mengamuk hingga merusak. “ Sebenarnya kami semua sudah berupaya memberikan tempat yang layak, termasuk mengajak nenek Dannari tinggal di rumah bersama keluarga, tapi serba salah karena dia kadang mengamuk, bahkan sudah ada beberapa perabot rumah tangga yang hancur dirusaknya “ ujar salah seorang anaknya Nafia, kepada wartawan, Senin (20/05/19). Nafia juga mengatakan bahwa selama ini Dannari kerap menolak jika diajak oleh sanak keluarganya meninggalkan gubuk yang selama ini ditempatinya,” Pernah suatu waktu nenek Dannari jatuh sakit, mau kami periksakan kondisinya ke dokter, dia tetap saja menolak bahkan enggan turun dari gubuk yang merupakan sisa bangunan rumahnya yang pernah terbakar “ lanjut Nafia menambahkan. Hal sama juga diungkapan, petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Wonomulyo, Faizal mengatakan, sejauh ini pemerintah melalui dinas terkait telah berupaya memberikan perhatian tehadap kondisi Dannari, “ Masalahnya selama ini, karena nenek Dannari selalu menolak jika diajak  meninggalkan rumahnya bahkan mengamuk jika dipaksa, jadi saat ini yang bisa kami lakukan hanya memberikan perhatian seadanya, seperti mencoba melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap bulannya serta memberikan bantuan kebutuhan pokok sehari-hari “ jelasnya. Sementara itu, Dosen kejiwaan yang juga relawan sosial dari AKPER YPPP Polewali Mandar, Frendy Akbar mengatakan, kondisi yang dialami Dannari disebut Demensia, “ Ini penyakit kejiwaan yang menyerang orang tua, berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak,  seperti berkurangnya daya ingat dan kemampuan berfikir pada penderita khususnya orang tua yang berusia lanjut “ ungkap Frendy. Bersama mahasiswa dari AKPER YPPP, Frendy yang sejak beberapa bulan terakhir melakukan advokasi berharap, pemerintah bersama pihak keluarga bisa melakukan upaya penanganan lain agar kondisi Dannari bisa lebih baik, “ Kalau penanganannya seperti sekarang, kondisi nenek Dannari bukannya akan lebih baik malah sebaliknya, harusnya dia ditempatkan di tempat yang lebih layak dan nyaman, serta mudah dan setiap saat bisa mendapat perhatian dari pihak keluarga” harap Frendy. (Thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman