Kepanikan Warga Saat Lampu Padam Disusul Suara Ledakan Akibat Kebakaran di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 1 Maret 2026 18:44 WITA
148 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Kebakaran hebat menghanguskan 37 rumah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), saat sebagian besar pemiliknya sedang menunaikan ibadah sholat tarawih. Warga menyebut lampu sempat padam disusul suara ledakan berulang kali saat api mulai berkobar.
“(kebakaran terjadi) pas kita sedang sholat tarawih di masjid. Mati lampu akhirnya (warga) berhamburan setelah mendengar orang teriak kebakaran,” ujar salah satu korban, Iskandar kepada wartawan, Minggu (01/03/2026).
Musibah kebakaran itu terjadi di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Sabtu malam (28/2) sekira pukul 20.30 Wita. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga padamkan api.
Iskandar mengaku awalnya hanya melihat 2 rumah yang terbakar. Namun api cepat berkobar hingga merambat ke rumah lainnya.
“Awalnya waktu kita tiba di sini, sudah dua rumah yang terbakar..Api cepat sekali berkobar, tidak mampu kita padamkan karena panas sekali, akhirnya apa boleh buat tinggal pemadam yang kita harapkan,” ungkapnya.
Iskandar juga mengaku sempat mendengar suara ledakan berulang kali disusul kobaran api yang membumbung tinggi. Meski begitu, dia tidak mengetahui secara pasti penyebab suara ledakan itu.
“Kita dengar suara ledakan berulang kali tapi kita tidak tahu apa penyebabnya, setelah itu berkobar api ke langit karena sudah tidak ada atapnya rumah. Akhirnya api melebar ke kanan dan ke kiri, berputar itu api,” terangnya.
Menurut Iskandar, musibah kebakaran ini menghanguskan seluruh rumahnya hingga rata dengan tanah. Tak ada barang yang bisa diselamatkan kecuali pakaian yang menempel di badannya.
“Kalau rumahku rata dengan tanah. Tidak ada barang yang tersisa, hanya yang melekat saja di badan,” ucapnya meyakinkan.
Sementara warga lain bernama H Adam mengatakan, kabar terjadinya kebakaran diperoleh saat menunaikan ibadah sholat tarawih di Masjid. Diakui, saat kejadian rumahnya dalam keadaan kosong.
“Setelah tujuh rakaat, ada orang datang menyampaikan di masjid kalau terjadi kebakaran. Rumah kosong karena sendirian ka di rumah,” tuturnya.
Dia juga mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk memadamkan kobaran api. Menurutnya, tidak banyak barang miliknya yang bisa diselamatkan.
“Kita langsung ke sini, tapi tidak bisa ke rumah karena sudah merah mi (api berkobar). Hanya koper yang bisa diselamatkan, nanti setelah habis rumah terbakar baru ketahuan kalau ternyata ada barang yang terselamatkan,” pungkas Adam.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran menghanguskan 37 rumah diduga akibat kompor pada salah satu rumah yang lupa dimatikan saat pemiliknya pergi sholat tarawih di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, seorang pria bernama Muhammad (60) dilaporkan meninggal diduga akibat kelelahan saat membantu evakuasi barang korban kebakaran. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
