Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pendakian Gunung Mambulilling Mamasa Ditutup Sebulan usai Karhutla di Jalur Pendaki

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 10 Oktober 2026 11:31 WITA 187 tayangan 3 menit baca
Pendakian Gunung Mambulilling Mamasa Ditutup Sebulan usai Karhutla di Jalur Pendaki
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Kawasan konservasi Gunung Mambulilling di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), ditutup sementara bagi pendaki selama sebulan setelah terjadi kebakaran hutan di jalur pendakian. Penutupan dilakukan hingga 10 November 2026 untuk mengantisipasi risiko kebakaran dan menjaga keamanan kawasan. “Kita tutup selama sebulan, sampai 10 November,” kata Kepala Bidang KSDA Wilayah I Sulsel, Alam, kepada detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (09/10/2026). Gunung Mambulilling berada di Desa Mambulilling, Kecamatan Mamasa, dengan ketinggian sekitar 2.875 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasan ini merupakan salah satu tujuan pendakian yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gandang Dewata (TNGGD). Alam menuturkan, kebakaran terjadi pada Rabu (07/10). Api kemudian berhasil dipadamkan para pendaki asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dengan meminta bantuan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan warga setempat, Kamis (08/10) sekira pukul 12.00 Wita. “Kawan-kawan pendaki Polman berusaha memadamkan sambil meminta bantuan dari kawan-kawan BBKSDA dan warga setempat. Kemarin jam 12 siang, tanggal 8, apinya berhasil dipadamkan,” ungkapnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, titik kebakaran ditemukan di sekitar Pos 3 dan Pos 8 jalur pendakian. Total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 500 meter persegi. “Informasi pertama itu di Pos 3 bayangan. Ada kawan-kawan pendaki dari Polman pada 7 Oktober. Dipadamkan teman-teman pendaki dari Polman, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Di Pos 8 ditemukan lagi kebakaran. Luasan area yang terbakar kurang lebih 500 meter persegi,” jelasnya. Menurut Alam, kobaran api sulit dipadamkan. Sebab, titik api berada di area jurang dengan akses yang sulit dijangkau. Kondisi “Kenapa lambat dipadamkan, karena apinya berada di jurang. Sulit akses, karena bukan di medan yang normal,” ujarnya. Terkait penyebab kebakaran, Alam menduga api berasal dari aktivitas pembakaran sampah di jalur pendakian. Namun, pihaknya belum mengetahui siapa yang membakar sampah hingga memicu kebakaran di kawasan konservasi tersebut. “Orang bakar sampah sebenarnya, tapi kita belum tahu siapa yang membakar karena di jalur pendakian itu ada sampah-sampah orang yang beraktivitas. Itu yang terbakar, diduga dari situ sumbernya. Siapa yang membakar sampah itu kita belum tahu,” bebernya. Alam menegaskan, Gunung Mambulilling merupakan bagian dari kawasan konservasi TNGGD. Dia mengimbau masyarakat dan pendaki agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan tersebut, terutama di saat kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Pihaknya juga berencana melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan, termasuk larangan membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok di kawasan hutan. “Kita akan lakukan sosialisasi supaya masyarakat, termasuk pendaki yang beraktivitas di dalam kawasan, berhati-hati. Jangan sembarangan membakar, puntung rokok jangan sembarangan dibuang. Apalagi kondisi iklim sekarang ini, tingkat kerawanannya cukup tinggi. Sekarang sangat rawan,” pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman