Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Karhutla 20 Ha di Anreapi Polman, Petugas 7 Jam Berjuang Padamkan Api dengan Ranting

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 15 Oktober 2026 15:50 WITA 140 tayangan 2 menit baca
Karhutla 20 Ha di Anreapi Polman, Petugas 7 Jam Berjuang Padamkan Api dengan Ranting
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hanguskan area seluas sekitar 20 hektar (Ha) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama tujuh jam untuk mengendalikan kobaran api menggunakan alat seadanya seperti ranting kayu dan tangki gendong. "Kebakaran melahap lahan seluas kurang lebih 20 hektar," kata Kepala Bidang Damkar Polman, Imran melalui pesan singkat, Kamis (15/10/2026). Kebakaran terjadi di Desa Pappandangan dan Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, pada Rabu (14/10), sekitar pukul 11.30 WITA. Kobaran api yang meluas di kawasan tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api menjalar ke area lainnya. Menurut Imran, petugas terpaksa berjalan kaki menuju lokasi kebakaran. Sebab medan menuju lokasi tidak dapat dijangkau mobil pemadam kebakaran. "Proses pemadaman menghadapi kendala berat berupa medan yang terjal serta sulitnya akses kendaraan menuju titik api, sehingga petugas harus berjalan kaki dan menggunakan metode manual seperti pendinginan dengan tangki semprot, penguraian menggunakan ranting pohon, lokalisir, serta pemutusan rantai api," terangnya. Setelah melakukan upaya pemadaman secara intensif selama tujuh jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran. Meski kobaran api berhasil diatasi, pemantauan di lokasi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. "Setelah berjibaku selama kurang lebih 7 jam, api berhasil dikendalikan. Meski demikian, proses pemantauan terus dilakukan mengingat beberapa titik masih dalam tahap pendinginan," tandasnya. Sementara Kasubsektor Anreapi Ipda Surman, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca turut memengaruhi cepatnya penjalaran api. Angin kencang membuat kobaran api mudah membesar dan merambat ke tumbuhan yang telah mengering akibat kemarau panjang. "Kondisi angin kencang membuat api cepat berkobar dan menjalar membakar tumbuhan yang sudah lama mengering," ucapnya. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Surman menyebut kebakaran tersebut juga berdampak pada lahan perkebunan milik warga. Sebagian area yang terbakar diketahui merupakan kebun produktif yang ditanami berbagai komoditas perkebunan dan buah-buahan. "Yang terbakar sebagian besar kebun produktif yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman seperti coklat, durian, cengkeh dan langsat," tandasnya. Meski kebakaran menghanguskan lahan hingga sekitar 20 hektare, Surman memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab awal munculnya api yang memicu kebakaran di dua desa tersebut. "Tidak ada korban jiwa. Sampai saat ini masih dilalukan lidik terkait penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut," pungkas Surman. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman