IRT di Mamasa Dihajar Suami Gegara Perkara Makanan Berhamburan
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 29 Oktober 2026 17:31 WITA
202 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial RI (33) dihajar suaminya inisial JU (30) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga karena bekal makanan yang disiapkan berhamburan. Akibat kejadian itu, korban sempat pingsan hingga harus mendapatkan perawatan medis.
"Dipukul suaminya, pakai tangan," kata Kapolsek Aralle, Iptu Nasruddin kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Kamis (29/10) sekitar pukul 08.30 WITA. Bermula saat korban menyiapkan makanan untuk pelaku yang hendak berangkat ke kebun.
"Ceritanya itu, dia (pelaku) mau ke kebun, diambilkan makanan, disiapkan dalam tempat-tempat untuk dibawa ke kebun," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima polisi, pelaku diduga kesal karena menilai korban kurang sopan saat menyiapkan makanan tersebut. Makanan yang disiapkan korban disebut sampai berhamburan sehingga memicu kemarahan pelaku.
"Mungkin karena jengkel atau apa, itu makanan dilemparkan hingga terhambur membuat pelaku marah, karena dianggap membuang makanan," terangnya.
Nasruddin menjelaskan, pelaku diduga memukul bagian belakang kepala korban menggunakan tangan sebanyak satu kali. Pukulan tersebut menyebabkan korban langsung pingsan.
"Langsung na pukul bagian belakang kepalanya satu kali. Langsung pingsan," ujarnya.
Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi dari warga. Petugas kemudian bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas guna mendapatkan penanganan medis.
Nasruddin mengatakan kondisi korban mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Kepada polisi, korban juga mengaku telah berulang kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
"Kondisinya sudah membaik, menurut korban dia sudah sering begitu KDRT," ucapnya.
Polisi masih berupaya mencari keberadaan JU yang diketahui meninggalkan lokasi setelah menganiaya korban. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, pelaku diduga pergi ke kebun di kawasan pegunungan.
"Suaminya langsung pergi setelah kejadian. Infonya ke kebun, kabarnya di gunung. Tadi sudah dihubungi, kita lagi tunggu," pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
