Inspiratif, Polisi di Polman Sukses Raup Cuan dari Budidaya Selada
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 7 Oktober 2021 11:32 WITA
867 tayangan
2 menit baca
BINUANG,- Seorang anggota kepolisian di Kabupaten Polewali Mandar, sukses meraup cuan dari hasil membudidayakan tanaman selada. Ide membudidayakan tanaman sayur ini berawal dari keisengan untuk mengisi waktu sejak masa pandemi COVID-19.
Kisah inspiratif ini dilakoni Bripka Sarto (39 tahun), anggota Sabhara Polsek Binuang, Polres Polewali Mandar.
“ Awalnya membudidayakan tanaman selada pada saat pandemi mulai ada di Indonesia. Karena keterbatasan untuk melakukan aktifitas lain, akhirnya saya berinisiatif mencari usaha yang menghasilkan, “ kata Sarto saat dijumpai wartawan di lokasi pembudidayaan selada miliknya di Kelurahan Ammassangan, Kecamatan Binuang, Rabu sore (07/10/2021).
Diakui ayah tiga anak ini, proses budidaya tanaman selada awalnya dipelajari secara otodidak. Usahanya dimulai pada lahan tidak terpakai seluas 12 x 20 meter yang terus dikembangkan, lantaran ternyata mampu memberikan pemasukan tambahan.
“ Awalnya saya melihat di televisi, setelah itu saya belajar di youtube, akhirnya saya mulai membuat secara kecil-kecilan, usaha itu berjalan lancar dan saya rasa menghasilkan, jadi saya mengembangkan usaha ini, “ ujarnya.
Menurut Sarto, setidaknya dalam sebulan omset yang diperoleh dari hasil berjualan selada sedikitnya mencapai sepuluh juta rupiah. Proses pemasaran dilakukan secara online.
“ Untuk saat ini, saya punya usaha kecil ini biasanya omset yang dihasilkan sekitar 10 juta perbulan. Dalam total instalasi saya ini bisa menghasilkan sepuluh juta, “ bebernya.
Sarto mengungkapkan, setidaknya dalam sehari mampu menjual seratus pot selada, yang dihargai 5000 rupiah untuk setiap potnya. Ia berusaha mengatur jarak tanam selada pada instalasi pipa miliknya, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar setiap harinya.
“ Kami memanen di sini setiap hari, jadi kami punya cara agar tiap hari ada yang bisa dipanen. Itu hitungan saya, dalam sepuluh hari biasa menjual sekitar 1000 pohon tanaman selada, “ tutur Sarto.
Ia mengaku kerap kebingungan, lantaran mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pasar akan tanaman selada.
“ Selama ini kerap kewalahan, karena biasanya permintaan pasar lebih banyak, sementara persediaan kurang, “ imbuh Sarto sembari tertawa.
Lebih lanjut Sarto mengungkapkan, usaha budidaya selada yang dilakoninya sejak setahun terakhir ini tidaklah sulit. Menurutnya, yang terpenting bagaimana menjaga kebersihan dan sirkulasi air yang dialirkan pada pipa transmisi tanaman.
Kendati sukses membudidayakan tanaman selada, tidak lantas membuat Sarto lupa bahkan meninggalkan tugas utamanya sebagai anggota kepolisian.
Kegiatan budidaya tanaman selada dilakukan Sarto, memanfaatkan waktu senggang sepulang kerja dan hari libur. Ia juga mempekerjakan dua warga untuk membantu mengurusi tanamannya tersebut.
Karena dianggap cukup menjanjikan, Sarto juga kerap membagi ilmunya dengan warga setempat yang terdampak pandemi COVID-19, agar ikut membudidayakan tanaman ini, sebagai salah satu cara untuk menambah penghasilan di masa pandemi seperti sekarang. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.