Indah dan Memesona Bukit Anugrah di Polman, Buat Pengunjung Serasa di atas Awan
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 10 Desember 2021 18:48 WITA
945 tayangan
4 menit baca
POLEWALI,- Menjelajahi Kabupaten Polewali Mandar, seakan tidak pernah lepas dengan keindahan panorama alamnya. Beragam potensi wisata dimiliki daerah yang juga dikenal dengan sebutan Bumi Tipalayo ini.
Salah satu potensi wisatanya bernama Bukit Anugrah yang terletak di Desa Bulo, Kecamatan Bulo,
Berada pada ketinggian 500 Mdpl, kawasan wisata bukit anugrah menawarkan keindahan panorama alam, berupa jejeran pegunungan hijau yang manjakan mata.
Saat pagi hari, dari pukul 05:00 – 09:00 wita, mata pengunjung akan dibuat takjub dengan pemandangan awan tebal berwarna putih yang eksotis dan memesona. Hamparan awan yang menyelimuti pegunungan, seolah terlihat seperti lautan membuat kita serasa berada di negeri di atas awan.
Tidak mengherankan, sebagian pengunjung rela menghabiskan malam di tempat ini, sembari menanti kemunculan awan berpadu keindahan cahaya matahari pagi.
Berbeda dengan kawasan wisata alam lainnya yang menawarkan pemandangan serupa, di Bukit Anugrah pengunjung dapat menikmati keindahan panorama alam, sembari duduk santai di bawah rindangnya pepohonan tinggi, sambil merasakan kesejukan udara khas pegunungan.
Pengelola sengaja tidak menebang atau membiarkan keberadaan pepohonan tinggi ini. Selain untuk menjaga lingkungan, tentunya untuk memberi daya tarik sendiri.
Karena itu, para pengunjung yang berdatangan di tempat ini, merasa nyaman saat mendirikan tenda untuk menginap di bawah pepohonan tersebut.
“Biasanya di tempat lain pohonnya kurang, di sini paling mantap pohonnya. Kita bisa camp, karena yang paling kita cari adalah pohon, bisa menahan angin mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan,” ungkap salah satu pengunjung, Andis kepada wartawan, Minggu (28/11/21) lalu.
Andis juga mengaku takjub, dengan keindahan panorama alam berupa hamparan awan, yang bisa disaksikan dari puncak kawasan wisata bukit anugrah ini..
“Saya baru pertama kali kesini. Tapi terasa viewnya memang mantap. Awannya lumayan lama tinggal,”pujinya.
Ia meminta kepada pengelola, agar mempertahankan kealamian tempat wisata ini. Salah satunya caranya, dengan tidak menebang pepohonan yang tumbuh di tempat ini.
“Sarang buat pengelola, jangan mencanggihkan teknologi di sini, apalagi sampai harus mengambil pohon untuk memperluas kawasan,“pinta Andis.
Pengelola tempat wisata, Muhammad Arif mengungkapkan, jika awalnya kawasan wisata alam bukit anugrah ini, lebih dikenal dengan nama Gunung Purrombia, karena dulunya di tempat ini banyak ditemukan pohon rumbia.
“Dulunya bernama gunung Purrombia, setelah saya beli ini lokasi, saya beri nama bukit anugrah, karena saya kaitkan dengan anak pertama saya namanya Ardi Anugrah. Termasuk karena ini merupakan pemberian dari yang maha kuasa sehingga saya bisa miliki lahan ini,” ungkap pengelola tempat wisata Bukit Anugrah, Muhammad Arif kepada wartawan.
Untuk memberi rasa nyaman buat pengunjung, selaku pengelola, Arif mengaku telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung. Diantaranya mushola, toilet, gazebo, hingga aliran listrik yang bersumber dari mesin diesel.
“Untuk sementara ini, yang kita siapkan tempat buat camping, ada juga mushola ala kadarnya, karena belum bagus. Ada juga toilet,masih butuh sentuhan,”bebernya.
Kendati keberadaan tempat wisata ini cukup menarik perhatian warga, Arif mengaku tetap berupaya mematuhi himbauan pemerintah, untuk menerapkan protokol kesehatan, termasuk membatasi jumlah pengunjung.
“Karena begitulah, kita harus patuhi peraturan pemerintah. Harapan kami mudah-mudahan hilang corona ini, supaya pengunjung lebih banyak seperti yang kemarin, sebelum corona muncul,“ imbuhnya sembari tertawa.
Tidak sulit untuk menjangkau kawasan wisata ini. Hanya berjarak sekira 1,5 kilometer dari Jalan Poros Bulo-Matangnga, dan dapat diakses baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun, jika hujan baru saja mengguyur, pengunjung harus berjalan kaki sejauh lebih kurang 300 meter, karena permukaan jalan yang belum dibeton menjadi licin, hingga sulit dilalui kendaraan.
Untuk menikmati keindahan panorama alam di kawasan wisata Bukit Anugrah, setiap pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar 10 ribu rupiah.
Pengunjung yang ingin merasakan suasana berkemah, pengelola tempat wisata juga menyiapkan aneka perlengkapan yang dapat disewa dengan harga terjangkau.
Kawasan wisata alam Bukit Anugrah, sangat pas menjadi tempat berakhir pekan bersama keluarga, sembari merelaksasi diri akibat pandemi virus corona. Apalagi, di tempat ini tersedia sejumlah spot foto menarik, dan instagramable tentunya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.