Imigrasi Polman Perkuat Sinergi Lintas Sektor Awasi WNA di Mamasa
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 15 Oktober 2026 07:46 WITA
135 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman) terus memperkuat upaya pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), melalui Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas instansi guna mewujudkan pengawasan keimigrasian yang efektif dan berkelanjutan.
“Rapat menekankan pentingnya peran TIMPORA sebagai wadah koordinasi lintas instansi untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pengawasan terhadap orang asing. Sinergi antara Imigrasi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta aparat kewilayahan dinilai penting dalam memperoleh informasi awal mengenai keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah masing-masing,” kata Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim), Hendra Saputra, dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Rapat koordinasi itu berlangsung di Aula Hotel Tongkonan, Kabupaten Mamasa, Rabu siang (14/10) kemarin. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergitas TIMPORA Tingkat Kecamatan dalam Meningkatkan Pengawasan Orang Asing yang Efektif dan Berkelanjutan”.
Rakor tingkat kecamatan itu diikuti sejumlah unsur lintas instansi. Di antaranya perwakilan Kecamatan Mamasa dan Kecamatan Balla, Polsek Mamasa dan Polsek Balla, Komando Rayon Militer Mamasa, pemerintah desa dan kelurahan di kedua kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA), serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah setempat.
Melalui forum tersebut, Kantor Imigrasi Polman mendorong pertukaran informasi antarpeserta sekaligus membuka ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai kendala pengawasan di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai definisi orang asing dalam perspektif keimigrasian serta memperjelas peran masing-masing instansi sesuai kewenangannya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah perlunya mengoptimalkan komunikasi dan koordinasi antarsektor. Untuk mendukung hal itu, peserta mengusulkan pembentukan grup WhatsApp (WAG) bagi anggota TIMPORA sebagai sarana komunikasi dan pertukaran informasi.
Keberadaan grup komunikasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi awal serta memudahkan koordinasi apabila ditemukan keberadaan atau aktivitas orang asing yang memerlukan tindak lanjut dari instansi terkait.
“Selain itu, rapat juga membahas karakteristik kunjungan warga negara asing ke Kabupaten Mamasa dalam dua tahun terakhir yang mencakup sektor pariwisata, pendidikan, penelitian, dan kunjungan keluarga,” terang Hendra.
Selain karakteristik kunjungan, keberadaan desa wisata yang menerima kunjungan wisatawan asing turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Pengawasan di kawasan tersebut dinilai perlu dilakukan secara optimal, tidak hanya untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian, tetapi juga untuk mendukung kenyamanan wisatawan serta menjaga iklim pariwisata yang kondusif.
Dalam rapat itu, peserta juga membahas sejumlah persoalan yang membutuhkan pemahaman bersama. Beberapa di antaranya meliputi mekanisme pelaporan keberadaan orang asing, aktivitas tenaga pengajar asing di lembaga pendidikan dan keagamaan, kerja sama sekolah dengan lembaga luar negeri, hingga pendampingan administrasi bagi masyarakat yang berencana melangsungkan perkawinan dengan warga negara asing.
“Pembahasan turut mencakup kendala pemerintah desa dalam pendataan penduduk yang bekerja atau menetap di luar negeri, khususnya terkait perubahan status kewarganegaraan,” ujar Hendra.
Rapat koordinasi tersebut juga menegaskan pentingnya pelaksanaan pengawasan orang asing yang berjalan beriringan dengan pelayanan keimigrasian. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga memperhatikan aspek pelayanan dan kenyamanan bagi warga negara asing yang berkunjung ke Kabupaten Mamasa.
“Upaya pengawasan harus tetap memperhatikan ketentuan keimigrasian sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan dan mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mamasa,” terang Hendra.
Hendra menegaskan, Kantor Imigrasi Polman berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengawasan keimigrasian yang optimal.
“Sekaligus mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat maupun warga negara asing di wilayah Kabupaten Mamasa,” pungkasnya. (rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
