Ikut Berlayar di Teluk Jakarta, Warga Polman dikabarkan Hilang
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 6 Januari 2019 19:51 WITA
988 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Korban diketahui bernama Husni Mubarak (25 tahun), warga Desa Paku, Kec.Binuang, Kab.Polman, Sulbar.
Husni merupakan ABK kapal Namse Bangsdzod dengan posisi chief (mualim 2). Ia bekerja di Perusahaan PT Surabaya Shipping Lines membawa kapal tanker memuat Crude Palm Oil (CPO). Kapal yang membawa 12 awak ini berlayar dengan rute dari Sampit, Kalteng menuju Tanjung Periuk, Jakarta.
Kabar hilangnya korban diketahui pihak kelurga, melalui pesan singkat dari salah satu staf pihak perusahaan tempat Husni bekerja, melalui pesan singkat pada tanggal (28/12/2018) sekitar pukul 18:30 WIB.
"kabarnya kami terima melalui pesan singkat dari pihak perusahaan yang mengatakan kapal Husni dan ABK lainnya hilang kontak sebelum tiba di Tanjung Periuk “ ungkap Kakak Ipar Husni, Ayu, kepada wartawan, Minggu (06/01/19).
Pihak keluarga mengaku, komunikasi dengan Husni terakhir dilakukan saat kapal yang ditumpanginya masih berada di Sampit “ waktu itu katanya masih berada di Sampit tapi sudah mau berlayar, dia sempat memohon doa agar mendapat keselamatan “ kata orang tua Husni, Sabang.
Husni Mubarak merupakan anak kelima dari Enam bersaudara, dari pasangan suami istri Sabang dengan Bahara.
Husni Mubarak, merupakan Lulusan sekolah Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar tahun 2016. Sejak lulus, ia langsung bekerja di kapal, dan kapal tempatnya bekerja sekarang merupakan kapal kedua setelah ia bekerja pada kapal pertama.
Hingga kini, belum diketahui apa penyebab sehingga kapal tersebut kehilangan kontak. Namun dalam radar, kapal masih sempat terdeteksi pada tanggal 3 Januari lalu, namun perlahan menghilang dalam deteksi sonar dan hingga kini belum diketahui keberadaanya.
Informasi yang diperoleh pihak keluarga dari pihak perusahaan tempat Husni bekerja menyebutkan, upaya pencarian telah dilakukan dengan koordinasi dengan melibatkan Bazarnas, TNI AL, dan syahbandar, namun upaya ini masih nihil.
"Pihak perusahaan bilang, sudah melakukan pencarian dengan melibatkan Bazarnas, TNI AL dan lainnya. Tapi belum ditemukan,"kata orang tuanya.
Pihak keluarga kini mendesak Pemerintah dan kepada perusahaan tempat Husni bekerja untuk melakukan upaya pencarian. Mereka berharap agar anaknya bisa segera diletahui dan ditemukan keberadaan nya.
"Semoga anak saya bisa segera ada kabar dan selamat kembali kerumah,"tutur Sabang dengan nada sedih. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.