Gubernur Suhardi Duka Dorong Penggunaan Bahan Lokal untuk Program MBG di Sulbar
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 11 Februari 2026 11:12 WITA
118 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menanggapi kritik masyarakat terkait belum maksimalnya pemanfaaan produk lokal untuk mensuplay dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mendorong keterlibatan pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan makanan untuk program MBG.
Hal itu disampaikan SDK saat memimpin rapat koordinasi (rakor) Program MBG se-Sulawesi Barat, Selasa (10/02) kemarin. Rapat digelar sebagai upaya memaksimalkan pelaksanaan program MBG sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.
“Kita rapat MBG hari ini untuk memaksimalkan pelaksanaannya. Kita ingin mengetahui apa hambatan-hambatan yang dialami oleh SPPG, salah satunya terkait LSHS, yaitu Surat Keterangan Higienis dan Kesehatan. Ada beberapa hambatan dan itu akan segera kita selesaikan,” kata SDK dalam keterangannya, Rabu (11/02/2026).
“Selama ini ada kritik bahwa SPPG mengambil barang bukan dari produk lokal. Sekarang ini kita ingin memaksimalkan agar pemasok-pemasok lokal bisa bekerja sama dengan SPPG,” sambungnya.
Untuk mendukung hal tersebut, SDK menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menyiapkan skema kerja sama yang lebih terstruktur. Biro Ekonomi Setda Sulbar disebut akan melakukan inventarisasi pemasok lokal yang memenuhi syarat untuk kemudian dikontrakkan secara resmi dengan SPPG.
“Nantinya kita akan buat kontraknya. Biro ekonomi akan melakukan inventarisasi pemasok-pemasok lokal yang terpilih dan akan kita kontrakkan dengan SPPG supaya betul-betul bisa menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, SDK juga menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan program MBG. Dia mengungkapkan adanya aspirasi dari sejumlah kepala desa terkait SPPG yang belum memprioritaskan tenaga kerja dari wilayah setempat.
“Tadi juga kita tekankan soal tenaga kerja. Ada protes dari kepala desa karena ada SPPG yang tidak mengambil tenaga kerja dari desanya. Ini harus kita maksimalkan, supaya tenaga lokal diprioritaskan. Kalau ada di kabupaten itu, jangan dulu cari dari kabupaten lain,” tegasnya.
SDK berharap, melalui langkah-langkah tersebut, Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memberdayakan pelaku usaha daerah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sulbar.(Rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
