Selasa, 6 November 2018 09:38 WITA
1,007 tayangan
2 menit baca
Mamasa,- Gelombang pengungsi pasca guncangan gempa bumi yang melanda Mamasa, pada Selasa dini hari tadi (06/11), terus bertambah. Sejumlah tenda darurat termasuk yang didirikan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa, di Taman Kota Mamasa, terus di datangi banyak warga.
Saat mengunjungi salah satu lokasi pengungsian, Bupati Mamasa H Ramlan Badawi menghimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak panik. Hal ini terlihat dalam video yang ditampilkan akun group Facebook Mamasa Dalam Berita, di mana Bupati Mamasa mencoba menenangkan warga dengan menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tidak hanya dirasakan warga Mamasa saja, tetapi juga warga lainnya “ jadi saya pikir kita tidak usah panik, apalagi gempa ini terjadi di mana-mana, pusat gempa memang berada di daerah mamasa, tetapi getarannya hampir dirasakan semua daerah di sulawesi barat, bahkan selatan, jadi kita mau lari kemana, “ ujar Ramlan dalam video yang telah disaksikan puluhan ribu warga tersebut.
Ramlan juga mengajak masyarakat untuk terus banyak memanjatkan doa, agar warga senantiasa dalam lindungan Tuhan “ masyarakat harus tenang, karena sampai sekarang kita juga belum mendapat laporan adanya korban dalam perisitiwa ini, yang ada hanya longsoran, jadi saya himbau kita semua banyak berdoa, di masjid maupun gereja, agar kita Mamasa dijauhkan dari mara bahaya, kita harus bersabar karena tidak ada alat yang bisa mendeteksi dengan pasti kapan bencana tersebut akan terjadi “ Pinta Bupati 2 periode ini.
[caption id="attachment_3414" align="aligncenter" width="589"]

Bupati Mamas, H Ramlan Badawi, saat kunjungi warganya di Lokasi Pengungsian Limbong Lopi, pada hari Selasa pagi (06/11). Sumber Gambar : Snapshot[/caption]
Untuk meringankan beban warga yang berada di lokasi pengungisan, pemerintah setempat juga telah membuat posko pengaduan dampak gempa, termasuk mendirikan dapur umum. Untuk sementara aktifitas perkantoran dan sekolah juga diliburkan.
BMKG Mencatat, gempa bumi yang terjadi pada hari selasa, sekitar pukul 02.30 WIta dini hari tadi, berkekuatan 5,5 Magnitudo terssebut berpusat 12 Kilometer arah Tenggara Mamasa dengan kedalaman 10 Kilometer. Gempa ini terjadi akibat pergeseran Sesar Saddang yang memanjang dari pesisir pantai melintasi dan memotong wilayah Sulsel Bagian Tengah, Sulsel Bagian Selatan, Bulukumba menuju Pulau Selayar Bagian Timur. (Thaya)
[caption id="attachment_3415" align="aligncenter" width="476"]

Catatan gempa BMKG : Sumber Gambar : BMKG[/caption]
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
