Gelar Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa, Sekprov Harap Junjung Integritas
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 29 Januari 2019 19:18 WITA
820 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Terkait banyaknya persoalan yang selalu mewarnai pengadaan barang/jasa hingga mengakibatkan kerugian negara, Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, harapkan hal itu tidak terjadi lagi, hal ini dikemukakan saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas PA/KPA/PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja, PPHP dalam pengelolaan pengadaan barang/jasa, di ruang pertemuan lantai 3 Kantor Gubernur Sullbar, Selasa (29/01/19).
“ Saya berharap hal seperti itu tidak terjadi lagi, khususnya di Sulbar, kalaupun sampai terjadi, semoga bukan karena factor kesengajaan, karena masalah seperti itu sangat sering terjadi “ ungkap Idris.
Disebutkan, pengadaan barang/jasa sangat rentan dengan penyalahgunaan jabatan, untuk itu Idris berharap para PA/KPA/PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja, PPHP dapat menjunjung tinggi aspek integritas dan berkomitmen tidak membuat permasalahan dalam pengelolaan dan pengadaan barang/ jasa di Pemprov Sulbar.
“ Saya harap komitmen ini kita bisa implememtasikan, sehingga kita bisa keluar dari permasalahan saat mengelola pengadaan barang/jasa, menuju Sulbar yang malaqbi “ tutur Idris menambahkan.
Disebutkan Idris, salah satu permasalahan yang dapat terjadi dalam pengadaan barang/jasa, yang dapat masuk dalam arena tindak pidana korupsi (Tipikor) yakni adanya kesalahan administrasi yang dianggap ada kerugikan negara di dalamnya.
Di tempat yang sama, Kasubag Kelembagaan Pembinaan SDM, Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Biro Ekbang, Muhammad Said, menyampaikan, bimtek tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi PA/KPA/PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja, PPHP dan UKPBJ dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, serta sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan perencanaan pengadaan barang/jasa dan diterapkannya aplikasi versi 43 tahun 2019.
Pelaksanaan bimtek ini , yang diikuti sebanyak 75 orang peserta, terdiri PA/KPA/PPK yang tersebar di 36 OPD yang berjumlah 52 orang, ditambah dengan pokja pemilihan dan UKPBJ sebanyak 23 orang, berlangsung selama 2 hari yakni 29 - 30 Januari. (Rls/Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.